Padang Pariaman [DESA MERDEKA] – Di sudut desa Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terdapat seorang perempuan tangguh bernama Rahma Yeni. Selama 15 tahun terakhir, Yeni berjuang keras membesarkan keempat anaknya seorang diri setelah ditinggal sang suami. Meskipun hidup dalam keterbatasan, semangatnya untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya tak pernah padam.
Dengan tangan cekatan, Yeni membagi waktunya antara mengurus rumah tangga dan mencari nafkah. Setiap sore, ia sibuk di dapur membuat keripik pisang yang renyah untuk dijual. Pagi harinya, ia berkeliling pasar di Kota Pariaman, menawarkan aneka sayur mayur. “Dulu, hidup kami sangat sederhana. Setiap rupiah harus benar-benar diperhitungkan,” kenang Yeni dengan suara lembut namun sarat makna. “Tapi, demi anak-anak, saya rela melakukan apa saja.”
Titik balik dalam hidupnya terjadi pada awal Desember 2024 ketika Yeni mengikuti pelatihan pembuatan Dendeng Jantung Pisang yang diselenggarakan oleh komunitas KWT Kebersamaan. Materi pelatihan disampaikan oleh Dien Nofrita, seorang Pendamping Lokal Desa dari Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. “Saya langsung tertarik dengan ide membuat dendeng jantung pisang. Di daerah kami, jantung pisang sangat melimpah. Jadi, saya berpikir, kenapa tidak kita manfaatkan saja?” ujar Yeni.
Dengan tekun, Yeni mempelajari cara membuat dendeng jantung pisang. Ia berkreasi dengan berbagai bumbu sehingga menghasilkan produk yang lezat dan unik. Tak disangka, dendeng jantung pisang buatannya langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. “Alhamdulillah, banyak yang suka dengan dendeng jantung pisang buatan saya. Bahkan, ada yang sampai memesan dalam jumlah banyak,” ungkapnya penuh syukur.
Keberhasilan Yeni dalam mengembangkan usaha dendeng jantung pisang tidak lepas dari dukungan anak-anaknya. “Anak-anak saya sangat membantu. Mereka selalu mendukung apa pun yang saya lakukan,” kata Yeni dengan bangga. Kini, Yeni memiliki harapan besar untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. Ia bermimpi memiliki alat pengering minyak dan alat press plastik vakum agar kualitas produknya semakin baik dan daya simpannya lebih lama. “Dengan adanya alat-alat tersebut, saya bisa memproduksi dendeng jantung pisang dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih higienis,” ujarnya.
Kisah hidup Rahma Yeni menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan dukungan orang-orang di sekitarnya, seseorang bisa meraih kesuksesan. Pesan dari Yeni: “Jangan pernah menyerah pada keadaan. Selalu berusaha dan berdoa. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan yang terbaik.”

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.



















[…] Padang Pariaman, dendeng jantung pisang, kini siap menembus pasar internasional. Berkat kreativitas Rahma Yeni dan dukungan penuh komunitas UMKM Madani Bangkit Padang Pariaman, produk olahan unik ini berhasil […]