Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

EKBIS · 22 Jan 2025 08:26 WIB ·

Rahma Yeni: Ibu Tangguh yang Mengubah Jantung Pisang Menjadi Emas


					Rahma Yeni: Ibu Tangguh yang Mengubah Jantung Pisang Menjadi Emas Perbesar

Rahma Yeni: Ibu Tangguh yang Mengubah Jantung Pisang Menjadi Emas

Padang Pariaman [DESA MERDEKA] –  Di sudut desa Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terdapat seorang perempuan tangguh bernama Rahma Yeni. Selama 15 tahun terakhir, Yeni berjuang keras membesarkan keempat anaknya seorang diri setelah ditinggal sang suami. Meskipun hidup dalam keterbatasan, semangatnya untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya tak pernah padam.

Dengan tangan cekatan, Yeni membagi waktunya antara mengurus rumah tangga dan mencari nafkah. Setiap sore, ia sibuk di dapur membuat keripik pisang yang renyah untuk dijual. Pagi harinya, ia berkeliling pasar di Kota Pariaman, menawarkan aneka sayur mayur. “Dulu, hidup kami sangat sederhana. Setiap rupiah harus benar-benar diperhitungkan,” kenang Yeni dengan suara lembut namun sarat makna. “Tapi, demi anak-anak, saya rela melakukan apa saja.”

Titik balik dalam hidupnya terjadi pada awal Desember 2024 ketika Yeni mengikuti pelatihan pembuatan Dendeng Jantung Pisang yang diselenggarakan oleh komunitas KWT Kebersamaan. Materi pelatihan disampaikan oleh Dien Nofrita, seorang Pendamping Lokal Desa dari Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. “Saya langsung tertarik dengan ide membuat dendeng jantung pisang. Di daerah kami, jantung pisang sangat melimpah. Jadi, saya berpikir, kenapa tidak kita manfaatkan saja?” ujar Yeni.

Dengan tekun, Yeni mempelajari cara membuat dendeng jantung pisang. Ia berkreasi dengan berbagai bumbu sehingga menghasilkan produk yang lezat dan unik. Tak disangka, dendeng jantung pisang buatannya langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. “Alhamdulillah, banyak yang suka dengan dendeng jantung pisang buatan saya. Bahkan, ada yang sampai memesan dalam jumlah banyak,” ungkapnya penuh syukur.

Keberhasilan Yeni dalam mengembangkan usaha dendeng jantung pisang tidak lepas dari dukungan anak-anaknya. “Anak-anak saya sangat membantu. Mereka selalu mendukung apa pun yang saya lakukan,” kata Yeni dengan bangga. Kini, Yeni memiliki harapan besar untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. Ia bermimpi memiliki alat pengering minyak dan alat press plastik vakum agar kualitas produknya semakin baik dan daya simpannya lebih lama. “Dengan adanya alat-alat tersebut, saya bisa memproduksi dendeng jantung pisang dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih higienis,” ujarnya.

Kisah hidup Rahma Yeni menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan dukungan orang-orang di sekitarnya, seseorang bisa meraih kesuksesan. Pesan dari Yeni: “Jangan pernah menyerah pada keadaan. Selalu berusaha dan berdoa. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan yang terbaik.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 182 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Rahma Yeni: Ibu Tangguh yang Mengubah Jantung Pisang Menjadi Emas”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Purwokerto Siapkan Frontliner Jago Bahasa Isyarat Lebaran

6 Maret 2026 - 11:55 WIB

Jombang Kucurkan Rp5 Miliar Demi Selamatkan Petani Tembakau

27 Februari 2026 - 07:50 WIB

Ironi Impor Mobil India di Tengah Ambisi Prabowonomics

21 Februari 2026 - 12:20 WIB

Pasar Modal Indonesia: Bendungan Bisnis yang Sedang Mengalami Kebocoran

19 Februari 2026 - 11:25 WIB

Siasat Perbankan Syariah Melawan Stigma Mahal dan Ganti Istilah

17 Februari 2026 - 20:41 WIB

Kampung Industri: Strategi Asprindo Sulap BUMDes Jadi Raksasa Ekonomi

17 Februari 2026 - 11:38 WIB

Trending di BUMDes