Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 6 Apr 2023 20:30 WIB ·

Protes Tambak Garam, Warga Gersik Putih Segel Balai Desa


					Protes Tambak Garam, Warga Gersik Putih Segel Balai Desa Perbesar

Sumenep, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Kekecewaan warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, memuncak pada Kamis (06/04/2023). Mereka melakukan penyegelan balai desa sebagai bentuk protes keras terhadap Kepala Desa dan perangkatnya yang dituding “kongkalikong” dengan investor proyek tambak garam. Proyek ini dikhawatirkan akan merusak ekosistem dan mengancam mata pencarian nelayan setempat.

Ahmad Siddik, Ketua RT 01 RW 01 Dusun Gersik Putih Barat, menjelaskan bahwa penyegelan balai desa dilakukan karena aspirasi warga tidak dihiraukan. “Penyegelan ini adalah bentuk protes kami. Kami merasa seperti tidak punya pemerintahan di desa, karena aspirasi warga tidak diindahkan,” tegas Siddik.

Penyegelan dilakukan dengan memasang kayu dan besi di pintu masuk balai desa. Saat aksi berlangsung, tidak ada satu pun perangkat desa, termasuk Kepala Desa, yang menemui warga. Setelah menyegel balai desa, warga melanjutkan protes mereka ke rumah Kepala Desa Mohab, namun beliau juga tidak berada di tempat. “Katanya pak kades ada di Sumenep,” ujar Siddik.

Amirul Mukminin, Koordinator Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (Gema Aksi), menyatakan bahwa aksi penyegelan balai desa dan penghentian paksa pembangunan tambak garam di pantai merupakan puncak kekesalan warga. Ia menilai pemerintah desa tidak memihak warganya, melainkan investor atau penggarap. “Ada kesan Pemerintah Desa dan penggarap bersikeras melanjutkan pembangunan tambak garam tanpa mempertimbangkan aspirasi kami. Jangan salahkan warga ketika penggarapan dimulai, karena akan langsung dihentikan paksa,” imbuhnya.

Sebelumnya, investor dari luar desa, yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Gersik Putih, berencana membangun tambak garam seluas 41 hektar di kawasan pantai desa setempat. Rencana ini menuai penolakan keras dari warga. Mereka khawatir pembangunan tambak garam yang melibatkan reklamasi pantai ini akan merusak ekosistem dan biota laut, serta berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Padahal, pantai selama ini menjadi tumpuan ekonomi utama warga setempat untuk mencari ikan.

“Kami tidak akan putus asa untuk terus menolak rencana pembangunan tambak garam ini. Kami juga meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam hal ini Bapak Bupati, untuk ikut menyikapi masalah ini. Jangan biarkan warga berjuang sendiri mempertahankan ruang hidupnya. Bagi kami nelayan, pantai adalah lahan kehidupan,” tegas Siddik.

Sehari sebelumnya, pada Rabu (05/04/2023), sejumlah warga Desa Gersik Putih telah menghentikan paksa kegiatan pembangunan tambak garam. Aksi penghentian itu dimulai sejak subuh, dan warga berhasil mengusir puluhan pekerja yang didatangkan investor untuk menggarap proyek tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 315 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD