Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KESEHATAN · 28 Mei 2023 13:12 WIB ·

Prevalensi Stunting Naik, Bangka Tengah Kembali Anggarkan Dana Miliaran


					Prevalensi Stunting Naik, Bangka Tengah Kembali Anggarkan Dana Miliaran Perbesar

Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) kembali menyiapkan anggaran dana miliaran rupiah untuk mengatasi peningkatan angka prevalensi stunting yang terjadi selama dua tahun terakhir. Angka ini menjadi perhatian serius setelah prevalensi stunting di Bangka Tengah menembus 21 persen pada tahun 2022, naik dari 20 persen pada tahun 2021. Angka tersebut jauh di atas target nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yaitu 14 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Sugianto, mengungkapkan bahwa Pemkab serius menangani masalah ini, bahkan telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sanitasi.

“Kami menyiapkan dana Rp12 miliar di tahun 2022 kemarin untuk membenahi sanitasi masyarakat, itu sudah dikerjakan, dan tahun ini pun kembali kami anggarkan,” jelas Sugianto pada Minggu (28/5/2023).

Penekanan pada Intervensi dan Lintas Sektor
Sugianto menegaskan pentingnya memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi secara efektif untuk pencegahan dan penurunan stunting. Menurutnya, upaya ini harus dilakukan secara kolaboratif bersama seluruh lintas sektor terkait yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Fokus penanganan tidak hanya terpusat pada 13 desa/kelurahan yang telah ditetapkan sebagai lokasi fokus (lokus) stunting. Pemkab Bateng memastikan intervensi juga menjangkau wilayah di luar lokus tersebut.

“Bukan hanya fokus pada lokus di 13 desa, namun di luar desa tersebut juga kita bahas. Jadi itu kita bahas bersama-sama untuk mengetahui kelemahan, kelebihan, maupun target ke depannya,” ungkapnya.

Ke-13 desa/kelurahan yang menjadi lokus prioritas penanganan stunting di Bangka Tengah mencakup Desa Batu Berlubang, Belilik, Tanjung Gunung, Lubuk Pabrik, Kulur Ilir, Kelurahan Sungaiselan, Desa Sungaiselan Atas, Sarang Mandi, Romadon, Tanjung Pura, Keretak Atas, Melabun, dan Kerantai. Penetapan lokus ini membantu pemerintah daerah menyalurkan program dan intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran di wilayah yang memiliki kasus stunting tertinggi.

Berbagai Upaya dan Inovasi Pemkab
Pemkab Bangka Tengah telah melakukan berbagai upaya komprehensif untuk menekan angka prevalensi yang terus naik ini. Salah satu inovasi yang telah diluncurkan adalah buku resep olahan ikan. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menyediakan asupan gizi yang kaya protein dan terjangkau, mengingat Bangka Tengah merupakan daerah kepulauan dengan potensi perikanan yang besar.

Penyiapan anggaran miliaran rupiah yang berkelanjutan, fokus pada perbaikan sanitasi, serta mobilisasi lintas sektor dan inovasi seperti buku resep olahan ikan menunjukkan komitmen kuat Pemkab Bangka Tengah dalam mencapai target penurunan stunting demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Pemkab Bateng bertekad untuk segera menurunkan angka 21 persen tersebut agar mendekati target nasional 14 persen.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan

17 April 2026 - 14:29 WIB

Proyek TRUST: Harapan Baru Rujukan Medis Warga Desa

14 April 2026 - 16:37 WIB

Moto SENYUM: Wajah Baru Layanan Kesehatan Halmahera Selatan

4 April 2026 - 08:44 WIB

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa

1 April 2026 - 13:55 WIB

Jalan Santai Mahyeldi-Vasko: Cara Cair Dengar Aspirasi Warga

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Aksi Nyata PKK Samuya Kawal Ibu Hamil Berisiko

24 Maret 2026 - 16:16 WIB

Trending di KESEHATAN