Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di tengah hiruk-pikuk perayaan Hari Desa nasional, Desa Delik di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, memilih cara yang lebih substantif untuk merayakan kedaulatannya. Pada Kamis (15/1/2026), balai pertemuan desa dipenuhi semangat para kader PKK yang tengah merumuskan masa depan desa melalui evaluasi hasil Desa Binaan. Momentum ini menjadi bukti nyata bagaimana Dana Desa dan otonomi daerah bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan alat bagi kaum perempuan untuk mengukir prestasi.
Berbeda dengan daerah lain yang merayakannya dengan kemeriahan seremoni, Desa Delik justru menjadikan Hari Desa sebagai ajang konsolidasi atas raihan Juara 1 Lomba Desa Binaan PKK tingkat Kabupaten. Prestasi gemilang ini diraih pada kompetisi yang digelar Oktober 2025 lalu, dan secara resmi diumumkan pada Desember 2025. Kemenangan ini menegaskan bahwa Desa Delik mampu mengelola potensi lokalnya secara mandiri dan profesional.

Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Evaluasi Administrasi
Ketua Tim Penggerak PKK (TPPKK) Kecamatan Tuntang, Marini Dhani Ardiyanto, hadir memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi kerja keras para kader. Namun, ia mengingatkan agar prestasi ini tidak membuat para ibu PKK berpuas diri.
“Apresiasi besar untuk Desa Delik. Namun, ke depan, penguatan pada aspek administrasi harus berjalan beriringan dengan kerja lapangan. Keduanya adalah fondasi agar inovasi desa tetap terukur dan berkelanjutan,” tegas Marini di hadapan para kader.

Otonomi Desa dan Peran Perempuan
Otonomi desa memberikan wewenang penuh bagi desa untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Di Desa Delik, wewenang ini dimanfaatkan untuk memperkuat kelembagaan perempuan. Ketua TPPKK Desa Delik, Sri Wuwuh, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terbangun antara tim kecamatan dan para kader di akar rumput.
“Kemenangan sebagai Juara 1 tingkat kabupaten adalah hasil kolektif. Tanpa dukungan otonomi desa yang memungkinkan kami bergerak luwes mengembangkan potensi lokal, sulit bagi kami untuk mencapai titik ini,” ujar Sri Wuwuh.
Melalui dukungan Dana Desa, PKK Desa Delik kini bukan lagi sekadar organisasi pelengkap, melainkan motor penggerak kesejahteraan keluarga. Fokus pada administrasi yang rapi dan aksi lapangan yang nyata menjadi strategi jitu Desa Delik dalam mempertahankan statusnya sebagai desa percontohan di Kabupaten Semarang. Hari Desa tahun ini pun menjadi saksi bahwa otonomi sesungguhnya adalah tentang kemandirian dalam berkarya.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.