Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 18 Des 2025 20:09 WIB ·

Presiden Prabowo Tinjau Bencana Sumbar, Mahyeldi Minta Tambahan Jembatan


					Presiden Prabowo Tinjau Bencana Sumbar, Mahyeldi Minta Tambahan Jembatan Perbesar

Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy melepas kepulangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis (18/12/2025). Dalam kunjungan kerja selama dua hari tersebut, Mahyeldi menyampaikan urgensi penambahan 20 unit jembatan Bailey untuk memulihkan konektivitas di wilayah terdampak bencana.

Mahyeldi menegaskan bahwa bantuan infrastruktur darurat ini sangat mendesak bagi daerah seperti Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok. Selain jembatan, fokus utama pemulihan adalah jalur transportasi vital di Lembah Anai yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi dan Payakumbuh, serta jalur Malalak dan Padang Lua.

“Kehadiran Bapak Presiden menjadi penguat bagi masyarakat. Ini bukti bahwa warga Sumatera Barat tidak sendiri menghadapi musibah ini. Kami berharap kunjungan ini mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana,” ujar Mahyeldi.

Agenda Strategis Presiden di Ranah Minang
Selama periode 17–18 Desember 2025, Presiden Prabowo didampingi jajaran Menteri Kabinet Merah Putih melaksanakan serangkaian agenda padat. Pada hari pertama, Presiden memimpin rapat terbatas di Markas Kodam XX Tuanku Imam Bonjol.

Memasuki hari kedua, Presiden meninjau langsung beberapa titik krusial, antara lain:

  • Posko pengungsian dan hunian sementara (huntara) di SDN 5 Kayu Pasak, Agam.
  • Pembangunan Jembatan Bailey Padang Mantuang di Kayu Tanam, Padang Pariaman.
  • Ruas jalan nasional yang putus di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar.

Normalisasi Irigasi dan Ketahanan Pangan
Selain transportasi, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya normalisasi sungai dan saluran irigasi. Langkah ini strategis untuk menyelamatkan sektor pertanian dan perikanan masyarakat yang hancur akibat bencana hidrometeorologi.

“Pemulihan sektor pertanian sangat krusial, terutama menjelang bulan puasa. Irigasi harus segera diperbaiki agar produksi padi tetap terjaga dan ketahanan pangan tidak terganggu,” tambahnya.

Sinergi Pusat dan Daerah
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menambahkan bahwa kehadiran Presiden memberikan dorongan energi bagi pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat. Menurutnya, koordinasi antara pusat dan daerah kini memiliki arah yang lebih jelas, terutama dalam aspek rehabilitasi ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mengawal seluruh tindak lanjut dari instruksi Presiden selama kunjungan tersebut. Fokus utamanya adalah memastikan pemulihan infrastruktur berjalan terukur agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga di daerah terdampak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT