Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 2 Sep 2024 05:41 WIB ·

PPDI Gorontalo Ancam Demo Besar, Tuntut Pembayaran Siltap Perangkat Desa Boalemo


					PPDI Gorontalo Ancam Demo Besar, Tuntut Pembayaran Siltap Perangkat Desa Boalemo Perbesar

Gorontalo [DESA MERDEKA] – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Provinsi Gorontalo mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran jika tuntutan mereka terkait pembayaran gaji bulanan atau Siltap perangkat desa di Kabupaten Boalemo tidak segera dipenuhi. Ancaman ini disampaikan menyusul adanya keterlambatan pembayaran Siltap selama tiga bulan terakhir, serta nonaktifnya BPJS Kesehatan para perangkat desa akibat tunggakan iuran.

Ketua PPDI Provinsi Gorontalo, Suban Tangahu, dalam keterangan persnya pada Senin (2/9/2024) menegaskan bahwa pihaknya akan mengarahkan seluruh perangkat desa di seluruh Provinsi Gorontalo untuk berunjuk rasa di Kantor Gubernur jika masalah ini tidak segera diselesaikan.

“Perangkat desa adalah ujung tombak pemerintahan di tingkat desa. Sangat disayangkan jika mereka yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik justru mengalami kesulitan hidup akibat keterlambatan pembayaran gaji,” tegas Suban.

Pj. Bupati Boalemo Dianggap Lalai

PPDI juga mendesak Penjabat (Pj.) Bupati Boalemo segera dicopot dari jabatannya. Mereka menilai bahwa Pj. Bupati telah lalai dalam menjalankan tugasnya dan tidak peka terhadap permasalahan yang dihadapi oleh perangkat desa.

“Kami menduga kuat ada motif tersembunyi di balik penundaan pembayaran Siltap ini. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab atas penderitaan yang dialami oleh perangkat desa dan keluarganya,” ujar Suban.

Dampak Luas Keterlambatan Pembayaran

Keterlambatan pembayaran Siltap tidak hanya berdampak pada perekonomian perangkat desa, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik di tingkat desa. Banyak perangkat desa yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain itu, nonaktifnya BPJS Kesehatan juga mengancam kesejahteraan para perangkat desa dan keluarga mereka. Jika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan perawatan medis, mereka akan kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Pemerintah Provinsi Diharapkan Turun Tangan

PPDI berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Gubernur diminta untuk memanggil Pj. Bupati Boalemo dan mencari solusi terbaik agar pembayaran Siltap perangkat desa dapat segera dilakukan.

“Kami meminta Gubernur untuk tidak tinggal diam. Perangkat desa adalah aset daerah yang harus dihargai dan diperhatikan kesejahteraannya,” pungkas Suban.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 496 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dari Warga untuk Desa: Warnai Musdes RKP 2027 Tamanharjo

25 Juni 2026 - 20:01 WIB

Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen

25 Juni 2026 - 02:50 WIB

Mandiri! Rambung Merah Sahkan Aturan Hak Asal Usul

24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Jaga Mutu Program Makan Bergizi Gratis, PABPDSI Dukung Langkah BGN

24 Juni 2026 - 13:26 WIB

Desa Tamanharjo: Ketika Jabatan Tak bisa Dibeli dengan Uang

20 Juni 2026 - 00:27 WIB

Bantuan Ayam Petelur Perkuat Ketahanan Pangan Desa Jombang

18 Juni 2026 - 23:26 WIB

Trending di DESA