Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berhasil melakukan intervensi signifikan pada sanitasi industri ikan pindang rumahan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Kegiatan ini berfokus pada perbaikan menyeluruh di unit usaha “Bani Maliki” milik Malik, sebagai respons atas kondisi lingkungan produksi yang sebelumnya dinilai belum memenuhi standar keamanan pangan.
Tim PkM yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si., melaksanakan rangkaian kegiatan yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Saluran Limbah Kritis Sebabkan Genangan dan Kontaminasi
Sebelum adanya intervensi dari Polije, area produksi ikan pindang “Bani Maliki” menghadapi kendala sanitasi yang serius. Masalah utamanya terletak pada sistem pembuangan air limbah yang belum tertata dengan baik.
Sistem pembuangan yang buruk tersebut menyebabkan aliran air limbah sering terhambat dan mengakibatkan genangan di lantai area produksi. Genangan ini memicu lantai menjadi licin, menimbulkan bau tidak sedap, dan tampak kotor. Kondisi ini secara langsung berpotensi besar menurunkan mutu produk ikan pindang karena risiko kontaminasi yang tinggi, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan kerja, seperti tergelincir, bagi para pekerja.
Perbaikan Menyeluruh untuk Standar Keamanan Pangan
Tim Polije kemudian bergerak cepat melakukan perbaikan sanitasi secara komprehensif. Perbaikan ini mencakup beberapa aspek penting:
- Penataan Ulang Ruang Produksi: Dilakukan penataan ulang agar alur kerja lebih efisien dan higienis.
- Perbaikan Saluran Pembuangan Limbah: Saluran air limbah diperbaiki total sehingga air dapat mengalir lancar, menghilangkan genangan, dan mencegah bau.
- Pemberian Alat Pelindung Diri (APD): Pekerja dilengkapi dengan APD untuk meningkatkan keselamatan dan kebersihan selama proses produksi.
- Peningkatan Fasilitas Sanitasi: Disediakan fasilitas yang lebih higienis dan mudah dirawat oleh pekerja.
Prof. Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si. menekankan bahwa sanitasi adalah faktor krusial dalam industri pangan rumahan seperti pindang. “Kualitas produk sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan. Jika sanitasi dan pembuangan limbah tidak baik, risiko kontaminasi meningkat drastis. Dengan perbaikan ini, industri milik Pak Malik dapat berproduksi lebih aman, higienis, dan memenuhi standar,” jelasnya pada Minggu (9/11/2025).
Malik, pemilik industri, menyambut gembira hasil kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi tinggi atas bantuan Polije. Ia menilai perbaikan sanitasi ini sangat membantu kelancaran proses produksi dan membuat area kerja menjadi jauh lebih nyaman bagi para pekerjanya. Ia berharap, dengan lingkungan produksi yang kini lebih bersih dan tertata, kualitas ikan pindang yang dihasilkan akan semakin terjamin dan dapat lebih dipercaya oleh konsumen di Jember dan sekitarnya.
Program PkM Polije ini menjadi contoh konkret bagaimana peran perguruan tinggi vokasi dapat langsung membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan untuk meningkatkan kualitas produk dan keselamatan kerja, sejalan dengan standar keamanan pangan yang berlaku.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.