Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 23 Mar 2025 13:42 WIB ·

Pesona Grenggeng Kebumen: Lengkapnya Wisata Edukasi hingga Sejarah


					<em>Suasana Pasar Gemit di Desa Wisata Grenggeng, Kebumen, yang menawarkan nuansa tradisional (Foto: Ondo Supriyanto)</em> Perbesar

Suasana Pasar Gemit di Desa Wisata Grenggeng, Kebumen, yang menawarkan nuansa tradisional (Foto: Ondo Supriyanto)

Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa Wisata Grenggeng di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kini menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan beragam. Desa ini menawarkan perpaduan unik antara wisata edukasi, religi, budaya, kuliner, dan sejarah dalam satu lokasi yang mudah diakses.

Desa seluas 440 hektare ini, yang terbentuk sejak 16 Agustus 1924, memiliki kontur dataran rendah dan perbukitan yang memukau. Lokasinya sangat strategis, mudah dijangkau melalui jalan nasional, hanya sekitar 25 kilometer dari pusat Kabupaten Kebumen. Selain itu, kedekatannya dengan Stasiun Karanganyar dan Stasiun Gombong semakin memudahkan akses bagi para pengunjung.

Salah satu daya tarik utama Grenggeng adalah wisata edukasi pembuatan anyaman pandan. Pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman membuat kerajinan tangan di Sekretariat Kelompok Tani Hutan Margot Rahayu, Dukuh Sutono. Tempat ini buka setiap hari pukul 10.00–16.00 WIB. Selain mengikuti pelatihan, wisatawan juga dapat membeli beragam produk anyaman berkualitas tinggi sebagai buah tangan.

Tak jauh dari lokasi anyaman, terdapat wisata religi Makam Syekh Baribin yang berlokasi di puncak Gunung Grenggeng, Dukuh Setana Kunci. Makam ini dapat diakses dengan menapaki 99 anak tangga. Situs bersejarah ini memiliki keterkaitan erat dengan Pangeran Diponegoro pada masa Perang Jawa, menambah nilai historis bagi para peziarah.

Setiap tahun, Desa Grenggeng turut merayakan Festival Grebeg Syura Syekh Baribin untuk memperingati Tahun Baru Islam. Festival ini dimeriahkan dengan berbagai acara, mulai dari kirab tumpeng dan robyong, doa bersama, santunan anak-anak yatim, hingga pertunjukan kesenian tradisional abid yang memukau.

Bagi pencinta kuliner dan nuansa tempo dulu, Pasar Gemit adalah jawabannya. Pasar ini menawarkan suasana khas zaman dahulu dengan lapak dan pakaian pedagang yang unik. Selain itu, pengunjung juga berkesempatan melihat langsung proses produksi perkakas modern serta mencicipi aneka kuliner lokal otentik, seperti tempe khas Grenggeng dan berbagai jajanan tradisional yang menggoda selera.

Bagi Anda yang menyukai sejarah, Desa Grenggeng juga menyediakan Taman Makam Pahlawan Sutan Negara dan Tugu Peringatan perjuangan kemerdekaan. Situs ini menjadi pengingat akan jasa para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan bangsa.

Dengan segala daya tarik yang ditawarkannya, Desa Wisata Grenggeng menjanjikan pengalaman wisata yang lengkap dan beragam, cocok untuk semua kalangan, mulai dari keluarga hingga petualang solo. Apakah Anda tertarik untuk mengunjunginya?

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 195 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di JALAN JAJAN