Banjarnegara, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Gunung Lumbung, destinasi wisata alam yang terletak di Dusun Kauripan, Desa Karekan, Kecamatan Pagentan, kini menjadi sorotan utama dalam upaya pengembangan desa wisata. Pada Jumat, 8 Mei 2025, Tim Pembina kecamatan dan pendamping desa setempat mengunjungi lokasi ini untuk melihat langsung potensinya. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Desa Karekan, Saman, bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) dan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syaifudin Zuhri Purwokerto.
Gunung Lumbung menawarkan daya tarik alam yang memukau dari ketinggian 1.351 meter di atas permukaan laut (MDPL). Dengan medan yang relatif mudah dan waktu tempuh hanya sekitar 20 menit dari perkampungan, lokasi ini sangat bersahabat bagi para penggemar wisata gunung. Tim kecamatan dan pendamping desa melihat potensi besar ini sebagai peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta menggerakkan roda perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Menurut Aries Setiawan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Kecamatan Pagentan, Gunung Lumbung memiliki daya tarik tersendiri, baik dari sisi keindahan alam maupun potensi ekonominya. “Kami sangat mendukung pengembangan desa wisata di Desa Karekan ini. Jika dikelola secara profesional, Gunung Lumbung bisa mendatangkan keuntungan, baik dari aspek ekonomi maupun budaya,” ujarnya. Pengembangan ini diharapkan bisa membawa perubahan positif bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Sebagai wujud dukungan, tim KKN UIN Syaifudin Zuhri Purwokerto menjadikan pengembangan Gunung Lumbung sebagai program unggulan. Mereka fokus pada perbaikan sarana dan akses menuju puncak, mulai dari perbaikan jalur pendakian, pemasangan papan nama, hingga publikasi di media sosial. Semua upaya ini dilakukan agar Gunung Lumbung tidak hanya menarik, tetapi juga aman bagi setiap pengunjung.
Hingga saat ini, pendakian ke Gunung Lumbung masih belum dikenakan biaya. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam secara gratis. Sekretaris Desa Karekan, Aziz, menyampaikan bahwa penetapan tarif tiket akan diatur kemudian melalui peraturan desa. “Untuk sementara, kunjungan ke Gunung Lumbung masih gratis. Pengunjung bebas datang, yang terpenting bisa mematuhi peraturan dan menjaga keamanan,” jelasnya, memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menikmati keindahan alam tanpa harus khawatir biaya.
.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.