Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 13 Jul 2023 19:31 WIB ·

Pesona Bonsai Mojoagung: Seni Mini, Dampak Ekonomi Besar


					Penyelenggaraan kontes Bonsai Nasional bekerjasama dgn Bumdes Jatimulyo Perbesar

Penyelenggaraan kontes Bonsai Nasional bekerjasama dgn Bumdes Jatimulyo

Jombang [DESA MERDEKA] – Di jantung Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, bersemi sebuah perkumpulan unik yang menyatukan para seniman dan pecinta pohon hias mini: Mojoagung Bonsai Art (MBA). Komunitas ini merangkul anggota dari berbagai desa di Mojoagung, menciptakan jaringanSolidaritas para penggemar seni bonsai.

Berpusat di Desa Mancilan, MBA kini dipimpin oleh Ruben (40 tahun), seorang warga Betek yang aktif mempromosikan keberadaan komunitas melalui partisipasi dalam berbagai kontes bonsai. Baik skala lokal, regional, maupun nasional, bahkan hingga luar Pulau Jawa, karya-karya bonsai anggota MBA selalu berhasil mencuri perhatian. Sementara itu, Rodi Sambodo (54 tahun), seorang tokoh bonsai dari Desa Karobelah, bertindak sebagai pembina yang memberikan arahan dan bimbingan bagi perkembangan komunitas.

Sebagai organisasi yang berada di bawah naungan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), MBA memiliki peran penting dalam perkembangan seni bonsai di Jombang. Buktinya, pada Desember 2021, PPBI Cabang Jombang sukses menyelenggarakan kontes bonsai nasional di lapangan Joko Sambang, Desa Mancilan. MBA bertindak sebagai tuan rumah yang menyambut antusias para peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan dari Maluku hingga Papua.

Lebih dari sekadar hobi yang digandrungi para seniman, seni bonsai yang berasal dari Tiongkok ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian di tingkat desa. Mulai dari penjualan bibit tanaman bonsai, pupuk khusus, hingga berbagai aksesoris pendukung, semuanya menjadi komoditas yang diminati kalangan menengah ke atas. Selain itu, merawat bonsai juga menjadi solusi penghijauan lingkungan yang praktis bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan.

Meskipun istilah “bonsai” berasal dari bahasa Jepang, sejarah mencatat bahwa seni mengerdilkan tanaman ini pertama kali muncul di Tiongkok pada masa Dinasti Tsin (265-420 M). Kemudian, popularitas seni ini semakin meningkat pada masa Dinasti Tang (618-907 M). Komunitas MBA sendiri merawat berbagai jenis pohon yang populer dalam seni bonsai, di antaranya serut, beringin, sancang, sianci, dan kimeng.

Oleh karena itu, bagi para penggemar bonsai maupun masyarakat umum yang sekadar ingin menikmati keindahan pesona bonsai karya komunitas MBA, silakan berkunjung ke markas MBA di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Di sana, Anda dapat menyaksikan langsung keajaiban seni menata pohon mini yang memukau.

M.Slamet  https://youtu.be/uqwsoiANS8s

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS