Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 13 Jul 2024 06:10 WIB ·

Pertashop Desa Kalsel: BBM Murah, Ekonomi Desa Bersemi!


					Pertashop Desa Kalsel: BBM Murah, Ekonomi Desa Bersemi! Perbesar

Banjarbaru [DESA MERDEKA] – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan. Salah satu langkah konkretnya adalah mendorong pembukaan usaha Pertashop di berbagai desa. Inisiatif ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian sekaligus membantu memberantas kemiskinan di wilayah tersebut.

Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menjelaskan bahwa strategi utama penanggulangan kemiskinan di Kalsel berfokus pada dua aspek penting. Aspek tersebut adalah pengurangan pengeluaran masyarakat dan peningkatan pendapatan. “Salah satu cara efektif mewujudkannya adalah menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjangkau dan meningkatkan pendapatan desa melalui keberadaan usaha Pertashop,” terang Ariadi saat Sosialisasi Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat UMKM Melalui Usaha Kemitraan Pertashop di Kalimantan, di Ruang Rapat Sutan Syahrir, Bappeda Provinsi Kalsel, Kamis (11/7/2024).

Meskipun Kalsel mencatatkan angka kemiskinan terendah kedua secara nasional setelah Bali, yaitu sekitar 4,11 persen, Ariadi menegaskan bahwa upaya berkelanjutan untuk mengentaskan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai Pertashop ini secara khusus ditujukan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, pondok pesantren, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Kami memiliki harapan besar bahwa program ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa,” kata Faried.

Faried menambahkan bahwa Pertashop hadir sebagai salah satu solusi strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan. “Dengan hadirnya Pertashop, masyarakat yang tinggal di pelosok desa akan memiliki akses terhadap energi yang terjangkau, seperti BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), setara dengan kemudahan yang dinikmati masyarakat di perkotaan,” jelasnya lebih lanjut.

Sosialisasi Pertashop ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan BUMDes, pelaku UMKM, serta pengelola pondok pesantren. Sales Area Manager Kalsel PT Pertamina Patra Niaga, Bondan Tri Wibowo, turut hadir dan menyampaikan bahwa saat ini telah berdiri sebanyak 135 unit Pertashop yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di seluruh Kalsel.

Dalam kesempatan yang sama, Bondan juga mengundang partisipasi aktif masyarakat yang berminat untuk membuka usaha Pertashop. “Persyaratan untuk membuka usaha ini cukup sederhana, yaitu memiliki lahan yang sesuai dan modal usaha sebesar Rp 300 juta, di luar biaya pengadaan lahan,” paparnya.

Dengan semakin banyaknya unit Pertashop yang didirikan di berbagai desa, diharapkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan Kalsel akan terus meningkat secara signifikan, dan angka kemiskinan dapat terus ditekan menuju tingkat yang lebih rendah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 73 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Wisata Halal Sumbar: Berkah Kota Besar, Nagari Penonton

28 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS