Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 9 Feb 2025 20:39 WIB ·

Pers dan Budaya: Menjaga Nadi Pangan dari Desa


					Pers dan Budaya: Menjaga Nadi Pangan dari Desa Perbesar

Banjarmasin, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Kemandirian bangsa di masa depan bergantung pada sinergi antara ketahanan pangan dan kekuatan literasi. Dalam Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pers, kebudayaan, dan narasi adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hal ini sejalan dengan tema besar tahun ini: “Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa.”

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyoroti bahwa ketahanan pangan bukan sekadar masalah ketersediaan stok di gudang, melainkan tentang keberlanjutan dan keterjangkauan bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah penyangga pangan di pedesaan. Pers memiliki peran strategis untuk memastikan kebijakan pangan tersebut tersampaikan secara akurat dan tepat sasaran.

Kata-Kata Sebagai Penuntun Kebenaran
Menteri Fadli Zon mengingatkan bahwa di era disinformasi dan algoritma yang dinamis, pers harus tetap menjadi cahaya dan penjaga nurani bangsa. Ia merujuk pada sejarah Indonesia yang dibangun dari syair, prasasti, hingga berita perjuangan. Baginya, jurnalis adalah budayawan yang mencintai tanah air melalui tulisan dan keberanian mengungkap kebenaran.

“Sejarah kita tidak lepas dari lisan dan aksara. Kata-kata selalu menjadi nyawa dalam peradaban kita,” ujar Fadli yang juga berbagi pengalamannya merintis karier jurnalistik sejak bangku SMA. Keberpihakan pers pada kebenaran narasi diharapkan mampu membentengi masyarakat dari kekaburan informasi yang sering merugikan sektor-sektor krusial seperti pertanian dan kebudayaan lokal.

Apresiasi Sastra di Tengah Pesta Pers
Malam Gala Dinner tersebut juga menjadi panggung apresiasi bagi insan kreatif melalui penyerahan hadiah lomba puisi kepada M. Roni. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Dahlan Iskan hingga para ketua PWI tingkat kabupaten/kota dari seluruh Indonesia mempertegas bahwa pengawalan terhadap isu-isu fundamental seperti pangan dan budaya harus dimulai dari kolaborasi lintas wilayah.

Sinergi antara pers yang bebas bertanggung jawab dengan kebijakan pangan yang berpihak pada rakyat diharapkan mampu memperkuat kemandirian bangsa. Dengan menjadikan desa sebagai pusat narasi ketahanan pangan, pers berperan memastikan bahwa “nyawa” peradaban Indonesia tetap terjaga melalui tulisan yang berintegritas.

Sambutan Menteri Kebudayaan RI
Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghirup Asap, Menghitung Selisih Bantuan di Karang Mulya

13 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Retak Rumah Tangga Minang dan Tumpulnya Taji Adat

10 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Menggugat Alarm Mitigasi dari Hulu Nagari

2 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Trending di SOSBUD