Banjarmasin, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Kemandirian bangsa di masa depan bergantung pada sinergi antara ketahanan pangan dan kekuatan literasi. Dalam Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pers, kebudayaan, dan narasi adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hal ini sejalan dengan tema besar tahun ini: “Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa.”
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyoroti bahwa ketahanan pangan bukan sekadar masalah ketersediaan stok di gudang, melainkan tentang keberlanjutan dan keterjangkauan bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah penyangga pangan di pedesaan. Pers memiliki peran strategis untuk memastikan kebijakan pangan tersebut tersampaikan secara akurat dan tepat sasaran.
Kata-Kata Sebagai Penuntun Kebenaran
Menteri Fadli Zon mengingatkan bahwa di era disinformasi dan algoritma yang dinamis, pers harus tetap menjadi cahaya dan penjaga nurani bangsa. Ia merujuk pada sejarah Indonesia yang dibangun dari syair, prasasti, hingga berita perjuangan. Baginya, jurnalis adalah budayawan yang mencintai tanah air melalui tulisan dan keberanian mengungkap kebenaran.
“Sejarah kita tidak lepas dari lisan dan aksara. Kata-kata selalu menjadi nyawa dalam peradaban kita,” ujar Fadli yang juga berbagi pengalamannya merintis karier jurnalistik sejak bangku SMA. Keberpihakan pers pada kebenaran narasi diharapkan mampu membentengi masyarakat dari kekaburan informasi yang sering merugikan sektor-sektor krusial seperti pertanian dan kebudayaan lokal.
Apresiasi Sastra di Tengah Pesta Pers
Malam Gala Dinner tersebut juga menjadi panggung apresiasi bagi insan kreatif melalui penyerahan hadiah lomba puisi kepada M. Roni. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Dahlan Iskan hingga para ketua PWI tingkat kabupaten/kota dari seluruh Indonesia mempertegas bahwa pengawalan terhadap isu-isu fundamental seperti pangan dan budaya harus dimulai dari kolaborasi lintas wilayah.
Sinergi antara pers yang bebas bertanggung jawab dengan kebijakan pangan yang berpihak pada rakyat diharapkan mampu memperkuat kemandirian bangsa. Dengan menjadikan desa sebagai pusat narasi ketahanan pangan, pers berperan memastikan bahwa “nyawa” peradaban Indonesia tetap terjaga melalui tulisan yang berintegritas.


Bangun Desa untuk Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.