Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 15 Sep 2025 20:06 WIB ·

Pengobatan Alternatif dan Budaya Jawa Hidup di Pringsewu


					Pengobatan Alternatif dan Budaya Jawa Hidup di Pringsewu Perbesar

Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] Paguyuban Banteng Suro dan Panjisewu Kabupaten Pringsewu kembali menggelar bakti sosial berupa pengobatan alternatif terapi non-medis. Kegiatan ini bertujuan memberikan relaksasi dan peregangan otot bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi ajang untuk melestarikan budaya lokal.

Pada Minggu, 14 September 2025, kegiatan bakti sosial tersebut diadakan di Dusun Sinar Bontor, Pekon Sinar Mulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Berbeda dari biasanya, acara kali ini tidak disertai pertunjukan seni kuda lumping karena keterbatasan tertentu. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat paguyuban dalam memberikan bantuan.

Meski dengan segala keterbatasan alat dan tenaga, pengabdian mereka tetap terlaksana. Paguyuban Banteng Suro dan Panjisewu percaya bahwa pelestarian adat dan budaya, seperti tari kuda lumping, adalah warisan leluhur yang harus dijaga dari pengaruh budaya asing. Mereka berharap dapat menularkan semangat ini kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan.

Di tengah era modern yang serba digital, pemahaman masyarakat terhadap budaya Indonesia cenderung menurun. Banyak yang menganggap kebudayaan sebagai hal kuno dan tidak relevan. Salah satu contohnya adalah keris, yang sering disalahpahami sebagai benda mistis dan syirik, padahal memiliki nilai budaya yang sangat tinggi.

Paguyuban Banteng Suro dan Panjisewu berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya. Mereka ingin menepis anggapan negatif tersebut dan menunjukkan betapa berharganya warisan leluhur bangsa Indonesia. Selain dua paguyuban ini, masih banyak komunitas lain yang juga giat mengenalkan seni dan budaya dengan berbagai metode, guna memperkuat pemahaman masyarakat terhadap identitas bangsa.

Kegiatan bakti sosial dan pelestarian budaya seperti ini menunjukkan peran aktif masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Dengan terus mengadakan acara serupa, diharapkan kesadaran akan pentingnya budaya Indonesia semakin meningkat di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 204 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau

27 Juli 2026 - 06:01 WIB

Septiani: Tulang Punggung yang Berpulang di PT PEI HAI

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Menjaga Hutan Lewat Tradisi Krapyak Saparan di Bonosari

24 Juli 2026 - 14:02 WIB

Trending di SOSBUD