Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 29 Agu 2024 20:58 WIB ·

Pembangunan Desa Cerdas dan Inovatif sebagai Kunci Kemajuan Indonesia


					Pembangunan Desa Cerdas dan Inovatif sebagai Kunci Kemajuan Indonesia Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Indonesia tengah gencar membangun kota-kota cerdas (smart city). Namun, Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) mengingatkan pentingnya menyeimbangkan pembangunan perkotaan dengan pengembangan desa. Ketua Umum PPI, Syahrir Ika, menekankan perlunya pembangunan desa cerdas (smart village) dan desa inovatif untuk mencegah semakin lebarnya kesenjangan sosial antara perkotaan dan pedesaan.

“Jika hanya kota yang cerdas, maka desa akan tertinggal dan ketimpangan sosial semakin nyata,” tegas Syahrir.

Data menunjukkan bahwa sebagian besar desa di Indonesia masih belum mandiri. Padahal, desa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama pembangunan nasional. Wakil Ketua Dewan Pakar PPI, Siti Zuhro, mengungkapkan bahwa desa bukan sekadar wilayah tertinggal, melainkan aset berharga yang perlu dikembangkan.

Pilar Pembangunan Desa Inovatif

Siti Zuhro memaparkan lima pilar utama dalam membangun desa inovatif, yaitu:

  • Innovative Governance: Tata kelola pemerintahan desa yang inovatif dan partisipatif.
  • Innovative Society: Masyarakat desa yang aktif, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan.
  • Innovative Heritage: Pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya lokal sebagai sumber inovasi.
  • Innovative Economy: Pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
  • Innovative Environment: Pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Tantangan dan Solusi

Meskipun potensi desa sangat besar, namun pembangunan desa inovatif masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti ego sektoral, kurangnya dukungan dari pemerintah daerah, dan keterbatasan sumber daya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan komitmen yang tinggi dari seluruh pemangku kepentingan.

Harapan untuk Masa Depan

Ketua Dewan Pakar PPI, Bambang Subiyanto, berharap agar calon pemimpin daerah dapat menjadikan pembangunan desa inovatif sebagai salah satu prioritas utama. Hal ini sejalan dengan salah satu cita-cita besar pemerintah Indonesia, yaitu membangun dari desa untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Pembangunan desa cerdas dan inovatif merupakan kunci untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, memanfaatkan teknologi informasi, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 223 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Momen Haru Angkatan XV PAUD Satria Mandiri: Sinergi Desa Balitata Cetak Generasi Emas

23 Juni 2026 - 21:12 WIB

Klinik APBDesa Singosari,Sekolah Tata Kelola yang Menginspirasi Desa

23 Juni 2026 - 12:52 WIB

Pasca-Audit Investigasi, Warga Kembali Segel Kantor Desa Loleo

23 Juni 2026 - 06:10 WIB

10 Tahun Pembiaran Limbah TPA Blondo, Sawah Warga Mati!

20 Juni 2026 - 22:00 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

20 Juni 2026 - 20:22 WIB

Trending di RAGAM