Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 21 Feb 2026 03:40 WIB ·

Pelepah Pisang Ubah Limbah Menjadi Rupiah di Kebumen


					Pelepah Pisang Ubah Limbah Menjadi Rupiah di Kebumen Perbesar

Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Siapa sangka pelepah pisang yang selama ini dianggap limbah kini menjadi “emas” baru bagi warga Kabupaten Kebumen. Melalui peluncuran Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026, puluhan perempuan dan pelaku UMKM di Desa Lajer, Pagedangan, dan Sinungrejo mulai menyulap batang pisang menjadi kerajinan bernilai jual tinggi.

Gebrakan yang diinisiasi oleh INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara (YIS) ini resmi dimulai di Balai Desa Lajer, Kecamatan Ambal, pertengahan Januari 2026. Sebanyak 37 perajin terpilih mendapatkan pelatihan intensif untuk meningkatkan derajat ekonomi keluarga melalui inovasi produk berbasis potensi lokal.

Inovasi dari Pekarangan Rumah
Sudut pandang out of the box dalam program ini adalah keberanian memanfaatkan komoditas pisang Kebumen yang melimpah bukan hanya buahnya, melainkan limbahnya. Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi desa harus dimulai dengan mengubah cara pandang terhadap sumber daya di sekitar.

“Kami memberikan edukasi praktik keterampilan kerajinan pelepah pisang. Harapannya, ini menjadi peluang pendapatan baru bagi masyarakat desa, sekaligus menjadi langkah konkret menuju kemandirian ekonomi yang berbasis pada potensi lokal,” ungkap Sandiaga.

Selama enam bulan ke depan, para peserta tidak hanya dilatih cara produksi, tetapi juga mendapatkan pendampingan manajemen bisnis hingga akses pasar yang lebih luas.

Kebangkitan Ekonomi Perempuan Desa
Program ini juga membidik isu pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama. Kepala Disperindag KUKM Kebumen, Haryono Wahyudi, melihat Desa EMAS sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang langsung menyentuh akar rumput. Mengingat Kebumen memiliki 449 desa, potensi replikasi program ini sangat masif.

“Fokus khusus kami adalah pemberdayaan perempuan. Jika model ini berhasil, ibu-ibu rumah tangga di Kebumen akan lebih berdaya secara ekonomi dan mampu memajukan daerahnya sendiri,” jelas Haryono.

Dukungan serupa datang dari Ketua Dekranasda Kebumen, Nurjannah Zaeni Miftah. Menurutnya, pemanfaatan pelepah pisang sangat strategis karena mampu mengurangi angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor industri kreatif.

“Ini adalah solusi lingkungan sekaligus ekonomi. Kita mengubah limbah menjadi produk bernilai jual tinggi, yang pada akhirnya membantu pengentasan masalah sosial di wilayah kita,” pungkas Nurjannah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN