Takengon [DESA MERDEKA] – Sebuah undangan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat gampong (desa) di Kabupaten Aceh Tengah menjadi sorotan. Melansir Lintasgayo.com, pada Rabu malam, 25 Juni 2025, tim menerima salinan surat undangan yang memicu kebingungan di kalangan pejabat daerah.
Surat tersebut berasal dari PT. Mitra Event Manajemen, mengajukan penawaran kerja sama untuk menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas mengenai pengelolaan sampah terpadu. Tema yang diusung pun cukup spesifik: “Manajemen Pengelolaan Sampah Desa Mandiri Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.” Undangan ini ditujukan kepada seluruh Reje Kampung (Kepala Desa) se-Kabupaten Aceh Tengah.

Menurut jadwal yang tercantum, kegiatan ini seharusnya berlangsung pada 25 Juni hingga 27 Juni 2025. Uniknya, pelatihan ini dibagi di dua lokasi berbeda: Hotel Danau Toba Internasional untuk para Reje, dan Hotel Madani Medan untuk pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Surat ini ditandatangani oleh Direktur PT. Mitra Event Manajemen, Syafrizal, di Langkat pada 2 Juni 2025.
Namun, yang menjadi masalah adalah dugaan ketidakjelasan dan minimnya koordinasi. Menanggapi temuan ini, pada Kamis pagi, 26 Juni 2025, tim Lintasgayo.com segera menghubungi Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Tengah, Idrus Syahputra. Dengan tegas, Idrus menuturkan ketidaktahuannya mengenai adanya pelatihan tersebut. “Kita tidak tahu, tidak ada koordinasi ke kita,” ujarnya.
Senada dengan Idrus, Sukurdi Win, Camat Pegasing sekaligus Ketua Forum Camat se-Kabupaten Aceh Tengah, juga mengaku terkejut. “Terkait hal itu, kami juga baru lihat suratnya di grup forum camat. Karena memang yang tahu kegiatan itu forum Reje, kalau tahu pun dia,” kata Sukurdi.
Sukurdi menegaskan bahwa tidak ada koordinasi dari pihak manapun terkait kegiatan tersebut. Ia bahkan baru melihat surat itu di grup komunikasi Camat. “Saya baru lihat juga dan belum ada koordinasi dengan forum Reje. Apakah kegiatan itu ada atau tidak, saya juga belum mengetahui secara pasti. Nanti saya konfirmasi dulu,” pungkasnya, menunjukkan indikasi bahwa kegiatan ini bisa jadi tidak diketahui oleh pihak yang seharusnya terlibat. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai validitas dan transparansi pelatihan yang diinisiasi oleh PT. Mitra Event Manajemen.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.