Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 9 Mei 2025 20:32 WIB ·

Pekalongan Bangkit, LKPP Ajak Warga Rawat Bibit Tanaman untuk Pulihkan Alam Pasca Bencana


					Pekalongan Bangkit, LKPP Ajak Warga Rawat Bibit Tanaman untuk Pulihkan Alam Pasca Bencana Perbesar

Pekalongan [DESA MERDEKA] Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil dalam kegiatan perawatan dan pengelolaan bibit tanaman di lahan penangkaran Bibit Swara Owa, Dukuh Sokokembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu, 11 Mei 2025, pukul 09.00–16.00 WIB.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen LKPP dalam menjaga kelestarian lingkungan Pekalongan pasca bencana. Fokus utamanya adalah revitalisasi ekosistem yang terdampak, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, komunitas lingkungan, dan instansi pemerintahan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi lintas elemen dalam membangkitkan kembali ekosistem yang terdampak, sekaligus meneguhkan komitmen kita terhadap keberlanjutan,” ujar Handono Warih, Ketua LKPP, dalam siaran pers pada Kamis (9/5/2025).

Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP) mempersiapkan bibit tanaman untuk ditanam di sekitar Dukuh Sokokembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

LKPP mengundang seluruh aktivis lingkungan dan masyarakat umum untuk hadir dan terlibat langsung. Konfirmasi kehadiran dapat dilakukan melalui Handono Warih di nomor 0823 2384 9393.
Lokasi kegiatan dipilih karena Dukuh Sokokembang merupakan salah satu area yang terdampak bencana dan membutuhkan perhatian serius dalam pemulihan lingkungan. Penangkaran bibit Swara Owa menjadi simbol harapan bagi kebangkitan ekosistem hutan Petungkriyono.
Semangat partisipasi juga terlihat dari para aktivis lingkungan, “Jangan cuma lihat, ayo bergerak! Kalau kamu ikut, aku siap boncengin!” seru Dodi BP 1, memompa semangat masyarakat agar tak hanya peduli, tapi juga terlibat langsung.

Mubarok, pegiat literasi dan peduli lingkungan dengan suara lembut namun penuh tekad mengajak, “Ayo, kawan-kawan, mari kita ikut merawat bumi ini. Kita jaga hutan, kita rawat alam Pekalongan, karena setiap daun yang jatuh adalah kisah kita, setiap akar yang tumbuh adalah harapan masa depan.”

Melalui aksi ini, LKPP berharap semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga kelestarian alam bisa terus tumbuh, dan menjadi langkah awal dalam membangun kembali lingkungan Pekalongan yang lebih hijau dan tangguh.

Kontributor : Fahri Akbar

Editor : Sahrul

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN