Penukal Abab Lematang Ilir , Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Keamanan desa adalah fondasi paling dasar dari setiap rencana pembangunan. Tanpa rasa aman, roda ekonomi di tingkat akar rumput sulit berputar dengan optimal. Menyadari hal tersebut, jajaran Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengintensifkan langkah preventif melalui patroli rutin di wilayah perbatasan antara Kabupaten PALI dan Kabupaten Muara Enim, tepatnya di Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi.
Pada Selasa malam, 28 Januari 2025, situasi di wilayah perbatasan terpantau kondusif. Dipimpin oleh Aiptu Tulus, personel kepolisian menyisir titik-titik rawan yang menjadi akses penghubung antarkabupaten. Desa Talang Bulang sendiri secara geografis memegang peran strategis sebagai daerah perlintasan. Kondisi topografi di wilayah ini yang sering kali menjadi jalur mobilitas barang dan hasil tani mengharuskan adanya jaminan keamanan yang ketat dari aparat penegak hukum.
Kapolres PALI, AKBP Khairu Nasrudin, menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan adalah bentuk komitmen untuk menciptakan stabilitas wilayah.
“Patroli ini adalah langkah strategis. Keamanan di wilayah perbatasan sangat menentukan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, yang pada akhirnya akan mendukung kelancaran pembangunan di desa,” ujar AKBP Khairu Nasrudin.
Bagi generasi muda dan masyarakat lokal, patroli ini adalah pengingat bahwa keamanan tidak datang dengan sendirinya. Sinergi antara warga dan polisi menjadi kunci utama. Kapolsek Talang Ubi, Kompol Robi Sugara, mengajak elemen masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan ketertiban. Dengan adanya komunikasi yang responsif antara warga Talang Bulang dan pihak kepolisian, maka deteksi dini terhadap ancaman kriminalitas dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Dampaknya tentu terasa hingga ke ruang publik. Masyarakat kini merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi malam hari. Lingkungan yang kondusif adalah “bahan bakar” bagi desa untuk terus membangun. Dengan situasi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir akan gangguan ketertiban, sehingga fokus utama pembangunan desa—baik itu infrastruktur maupun pemberdayaan—dapat terus berjalan sesuai rencana tanpa hambatan keamanan yang berarti.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.