Kendal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Siapa sangka, sebuah pasar yang hanya beroperasi setiap hari Minggu mampu menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus perekat sosial bagi warga Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung. Memasuki usia ke-7, Pasar Kaget TuguTani membuktikan bahwa “ekonomi dadakan” jika dikelola dengan kerukunan, mampu bertahan meski sempat diterjang badai pandemi Covid-19.
Puncak syukur hari jadi tersebut digelar melalui pengajian umum di Lapangan Voli Desa Sendangdawung, Selasa (6/1/2026) malam. Kehadiran Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menjadi penanda bahwa inisiatif lokal ini memiliki nilai strategis dalam peta UMKM kabupaten.
Surveival dari Ratusan hingga Puluhan Pedagang
Ada kisah ketangguhan di balik gemerlap perayaan yang menghadirkan Ustadzah Hj. Mumpuni Handayayekti tersebut. Budi Ristanto, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Desa, mengungkapkan bahwa perjalanan pasar ini tidak selalu mulus. Saat berdiri tujuh tahun silam, pasar ini menampung ratusan pedagang. Namun, pandemi memaksa seleksi alam terjadi hingga kini tersisa sekitar 40 pedagang lokal yang konsisten menjajakan menu kuliner tradisional zaman dulu (jadul).
“Dukungan masyarakat dan donatur adalah kunci. Kami tidak hanya berjualan, tapi menjaga silaturahmi. Saat ini, selain warga desa, ada puluhan pedagang keliling dari luar daerah yang ikut mengais rezeki di sini setiap Minggu,” ujar Budi.
Inspirasi Pemberdayaan dari Akar Rumput
Bupati Dyah Kartika Permanasari (Bupati Tika) secara khusus mengapresiasi loyalitas para pedagang. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen terus mendukung program yang mengangkat kearifan lokal. Fokus utamanya adalah memastikan pelaku UMKM di tingkat desa memiliki ruang untuk berkembang.
“Apa yang dilakukan paguyuban Pasar Kaget TuguTani adalah wujud nyata kemandirian ekonomi. Ini investasi sosial yang penting untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati Tika.
Acara ulang tahun ini tidak sekadar seremoni. Serangkaian kegiatan seperti santunan anak yatim, seni barongan, hingga doa bersama menjadi bukti bahwa keuntungan ekonomi dari pasar kaget ini selalu dikembalikan dalam bentuk keberkahan sosial. Melalui pasar ini, Desa Sendangdawung menunjukkan bahwa ekonomi desa tidak butuh gedung megah, melainkan kekompakan dan inovasi yang berkelanjutan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.