Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Kabupaten Malaka tidak lagi sekadar menjual pemandangan. Di bawah komando Dinas Pariwisata, Pantai Cemara Abudenok di Malaka Barat kini bertransformasi menjadi aset ekonomi strategis yang diproyeksikan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Malaka memasang target ambisius untuk tahun 2025 dengan mematok angka retribusi sebesar Rp200 juta. Angka ini melonjak drastis setelah pada tahun sebelumnya inovasi event wisata berhasil mendongkrak PAD hingga 80 persen. Langkah ini menunjukkan bahwa Pantai Abudenok bukan lagi sekadar tempat rekreasi, melainkan sektor industri jasa yang sedang dipacu pertumbuhannya.
Fasilitas Mewah: Dari Lopo hingga Sepeda Terbang
Untuk memuluskan target ratusan juta tersebut, infrastruktur menjadi prioritas utama. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka, Aloysius Werang, menegaskan bahwa wisatawan yang membayar retribusi berhak mendapatkan pelayanan dan fasilitas prima. Berdasarkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) tahun ini, wajah Abudenok akan bersalin rupa.
“Kami berencana membangun jalan akses hotmix sepanjang dua kilometer agar perjalanan wisatawan nyaman. Selain itu, fasilitas pendukung seperti lopo (gazebo), tempat parkir luas, rumah panggung, hingga pos jaga terpadu akan segera dibangun,” jelas Aloysius.
Menariknya, Malaka mulai melirik wisata kekinian (Instagramable) dengan merencanakan pembangunan wahana sepeda terbang. Penambahan wahana permainan anak-anak dan atraksi visual ini diharapkan mampu memperpanjang durasi kunjungan wisatawan di lokasi.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Penggerak Ekonomi
Alih-alih berjalan sendiri, Dinas Pariwisata mendorong konsep pariwisata terintegrasi. Potensi alam laut yang jernih dan hutan cemara yang rindang akan dikawinkan dengan produk lokal dari sektor pertanian dan perikanan. Harapannya, wisatawan yang datang tidak hanya membawa pulang foto, tetapi juga menyerap hasil bumi masyarakat pesisir.
Sinergi ini bertujuan memastikan dampak positif pariwisata dirasakan langsung oleh ekonomi warga lokal. Meski tantangan efisiensi anggaran menghantui, komitmen perbaikan akses jalan tetap menjadi harga mati bagi pembenahan Pantai Cemara Abudenok sebagai destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bangun Desa untuk Negeri

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.