Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 15 Mei 2024 17:08 WIB ·

Panen Ganda Aquaponik: Lele dan Sayur Sejahterakan Warga Amban


					Kelompok Usaha Tani Petra di Kelurahan Amban antusias mengikuti pelatihan budidaya lele sistem aquaponik dari tim Unipa, siap menghasilkan panen ganda yang efisien dan berkelanjutan. Perbesar

Kelompok Usaha Tani Petra di Kelurahan Amban antusias mengikuti pelatihan budidaya lele sistem aquaponik dari tim Unipa, siap menghasilkan panen ganda yang efisien dan berkelanjutan.

Manokwari, [DESA MERDEKA] Warga Kelurahan Amban, Manokwari, Papua Barat, kini berkesempatan meningkatkan kesejahteraan melalui inovasi budidaya lele aquaponik. Program pemberdayaan yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Papua (Unipa) ini menawarkan solusi panen ganda: ikan lele sekaligus sayuran segar, mengubah pekarangan rumah menjadi sumber pendapatan baru.

Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan budidaya lele skala rumah tangga yang selama ini belum optimal di Kelurahan Amban. Dr. Thomas Frans Pattiasina, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unipa, menjelaskan bahwa sistem aquaponik jauh lebih efisien dan memberikan nilai tambah signifikan dibandingkan metode konvensional. “Dengan aquaponik, pelaku usaha bisa memanen ikan dan sayuran sekaligus, meningkatkan produksi dan pendapatan mereka,” ujar Dr. Thomas, Rabu (15/5/2024).

Tim Pemberdayaan kepada Masyarakat Universitas Papua memberikan pelatihan tahap pertama bagi pelaku usaha budidaya ikan lele di Manokwari. (LPPM Universitas Papua)
Teknik Cerdas untuk Hasil Berlipat

Aquaponik adalah sistem pertanian terintegrasi yang menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam sistem cerdas ini, nutrisi yang dihasilkan dari kotoran ikan dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman sayuran. Air dari kolam ikan dialirkan ke media tanam sayuran, kemudian air yang telah tersaring dan kaya oksigen kembali ke kolam ikan. Siklus tertutup ini menciptakan simbiosis mutualisme yang efisien dan berkelanjutan.

Kelompok Usaha Tani Petra di Kelurahan Amban menjadi mitra percontohan dalam program ini. Keberhasilan mereka diharapkan dapat menginspirasi dan diadopsi oleh masyarakat luas di Manokwari, khususnya di wilayah kelurahan lainnya. Lele dipilih bukan tanpa alasan. Komoditas air tawar ini memiliki potensi besar di Manokwari, dengan pertumbuhan cepat dan harga jual yang relatif stabil, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak pembudidaya lokal.

Mengatasi Tantangan dengan Pendampingan Holistik

Dr. Thomas mengakui bahwa keterbatasan pengetahuan dan penguasaan teknologi menjadi kendala utama bagi pembudidaya lele di Amban sebelumnya. Oleh karena itu, program pemberdayaan ini dirancang secara komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek teknis budidaya. “Pelatihan ini tidak hanya soal penerapan teknologi aquaponik, tetapi juga pengelolaan keuangan usaha yang baik,” tegasnya.

Program yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi ini dibagi dalam tiga tahapan krusial. Tahap pertama membekali peserta dengan teori budidaya lele aquaponik, manajemen keuangan, dan strategi keberlanjutan usaha. Tahap kedua melibatkan praktik langsung pembuatan konstruksi aquaponik, perhitungan bibit, pemberian pakan, pemeliharaan tanaman, dan kontrol kualitas air. Terakhir, tahap ketiga adalah pendampingan intensif untuk memastikan implementasi dan produktivitas yang optimal, berlangsung dari awal hingga akhir September 2024.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unipa yang menginisiasi program penting ini dipimpin oleh Dr. Thomas Frans Pattiasina, didampingi anggota tim Ludia Wambrauw, Dr. Ir. Reymas M. R. Ruimassa, Dr. Yori Turu Toja, Wilson Palelingan Aman, dan Dr. Ir. Alberth W. A. Remyaan. Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi ketahanan pangan desa dan peningkatan ekonomi keluarga di Kelurahan Amban.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menanti Angka di Balik Tepuk Tangan: Menguliti Retorika Kolaborasi Kementerian Desa

21 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Jeritan dari Halmahera Selatan: Ketika Kemerdekaan Belum Menyapa Rakyat Desa Loleo

18 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Kisah Warga Pasimarannu: Evakuasi Mandiri Cepat dari Gempa

15 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Lingkaran Setan Pesisir Meranti: Mengapa Kursi Kepala Desa Sepi Peminat?

14 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Cegah Stunting, Posyandu Mawar Balitata Kawal Tumbuh Kembang Balita

12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Menggarami Lautan Lunang: Kritik Perda Bencana & Siasat APBDes

12 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM