Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Pagar Nusa Jombang membuktikan bahwa pencak silat bukan sekadar warisan budaya, melainkan “pabrik” atlet profesional yang kompetitif. Melalui Kejuaraan Cabang (Kejurcab) III yang digelar di GOR PC NU Jombang, organisasi ini sukses menjaring 430 atlet muda dari 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh Kabupaten Jombang untuk diproyeksikan ke level nasional.
Dalam ajang yang berlangsung sengit ini, PAC Pagar Nusa Plandaan berhasil mencuri perhatian publik. Mereka resmi dinobatkan sebagai Juara Umum atau PAC Terbaik I setelah memborong total 16 medali, yang terdiri atas 2 emas, 4 perak, dan 10 perunggu. Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan atlet dari wilayah pinggiran Jombang mulai menunjukkan taringnya secara terstruktur.

Bukan Sekadar Bela Diri, Tapi Investasi Prestasi
Sudut pandang menarik muncul dari Sekretaris Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur, Sholahuddin Fathurrohman. Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini adalah jembatan transformasi dari pesilat tradisional menjadi atlet prestasi yang siap bertarung di ajang regional maupun nasional.
“Ini adalah persiapan krusial bagi atlet Jombang untuk menghadapi kejuaraan tingkat wilayah. Kami tidak hanya mencari mereka yang jago berkelahi, tapi mereka yang memiliki disiplin atlet dan nilai-nilai ke-NU-an yang kuat,” tegas Sholahuddin.

Dominasi Plandaan dan Regenerasi Atlet
Ketua Panitia, Kriswanto, menyoroti tingginya partisipasi peserta yang mencapai ratusan orang. Menurutnya, keterlibatan 21 PAC se-Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa regenerasi pesilat di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) berjalan sangat masif.
Kemenangan PAC Plandaan sebagai juara umum membuktikan bahwa konsistensi latihan di tingkat unit terkecil mampu menghasilkan performa yang mengesankan. Kejurcab III ini menjadi standar baru bagi Pagar Nusa dalam memetakan kekuatan fisik dan teknik para santri pesilat sebelum diterjunkan ke kompetisi yang lebih besar.
Dengan berakhirnya kejuaraan ini, Pagar Nusa Jombang kini memiliki database atlet potensial yang siap dibina lebih lanjut. Harapannya, para peraih medali ini tidak hanya berhenti di level kabupaten, tetapi mampu mengharumkan nama Jombang di kancah nasional sebagai representasi silat yang santun namun mematikan di arena pertandingan.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.