Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 3 Mar 2025 05:36 WIB ·

Padi IPB 3S Jadi Senjata Desa Bagok Lawan Krisis Pangan


					Padi IPB 3S Jadi Senjata Desa Bagok Lawan Krisis Pangan Perbesar

Barito Timur, Kalimantan Tengah [DESA MERDEKA] Mengubah lahan tidur menjadi lumbung pangan bukan lagi sekadar mimpi bagi warga Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima. Melalui kolaborasi cerdas antara Pemerintah Desa, akademisi, dan sektor swasta, Desa Bagok resmi memulai penanaman perdana padi varietas IPB 3S di Demplot Sawah Baruh Beum, RT 02, pada awal tahun 2025 ini.

Langkah ini dianggap sebagai terobosan out of the box dalam memanfaatkan potensi lokal. Varietas IPB 3S dipilih bukan tanpa alasan; padi hasil pengembangan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memiliki potensi hasil panen luar biasa hingga 11,2 ton per hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata hasil panen padi konvensional, menjadikannya harapan baru bagi kedaulatan pangan di Kabupaten Barito Timur.

Inovasi OVOC: Satu Desa, Satu Komoditas Unggulan
Kepala Desa Bagok, Risa Ramayati, mengungkapkan bahwa penanaman di lahan seluas satu hektare ini merupakan bagian dari program One Village One Commodity (OVOC). Menariknya, lahan yang digunakan adalah pinjaman dari warga yang dipercayakan kepada pemerintah desa dan Gapoktan Wana Jawa untuk dijadikan lahan percontohan.

“Varietas IPB 3S ini adalah ‘mesin’ produktivitas. Keunggulannya adalah masa tanam yang singkat sehingga memungkinkan petani panen hingga tiga kali dalam setahun,” jelas Risa.

Meskipun program binaan PT Adaro Indonesia ini sempat tertunda karena anomali cuaca pada tahun 2024, pelaksanaan di tahun 2025 ini justru dilakukan dengan persiapan yang lebih matang. Berdasarkan riset mendalam mahasiswa IPB, karakteristik tanah di Desa Bagok terbukti sangat kompatibel dengan varietas IPB 3S, terutama untuk skema sawah tadah hujan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Petani Lokal
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi juga simbol dukungan penuh dari unsur Muspika, tokoh adat, hingga masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab kolektif.

Dengan umur tanaman yang relatif singkat dan ketahanan terhadap lingkungan tadah hujan, IPB 3S diharapkan mampu memotivasi petani lain untuk beralih ke pertanian berbasis riset. Jika pilot project di Demplot Sawah Baruh Beum ini sukses, Desa Bagok diproyeksikan menjadi kiblat baru produksi padi unggul di Barito Timur, sekaligus membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari tingkat desa dengan sentuhan teknologi yang tepat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK