Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

IPTEK · 3 Mar 2025 05:36 WIB ·

Padi IPB 3S Jadi Senjata Desa Bagok Lawan Krisis Pangan


					Padi IPB 3S Jadi Senjata Desa Bagok Lawan Krisis Pangan Perbesar

Barito Timur, Kalimantan Tengah [DESA MERDEKA] Mengubah lahan tidur menjadi lumbung pangan bukan lagi sekadar mimpi bagi warga Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima. Melalui kolaborasi cerdas antara Pemerintah Desa, akademisi, dan sektor swasta, Desa Bagok resmi memulai penanaman perdana padi varietas IPB 3S di Demplot Sawah Baruh Beum, RT 02, pada awal tahun 2025 ini.

Langkah ini dianggap sebagai terobosan out of the box dalam memanfaatkan potensi lokal. Varietas IPB 3S dipilih bukan tanpa alasan; padi hasil pengembangan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memiliki potensi hasil panen luar biasa hingga 11,2 ton per hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata hasil panen padi konvensional, menjadikannya harapan baru bagi kedaulatan pangan di Kabupaten Barito Timur.

Inovasi OVOC: Satu Desa, Satu Komoditas Unggulan
Kepala Desa Bagok, Risa Ramayati, mengungkapkan bahwa penanaman di lahan seluas satu hektare ini merupakan bagian dari program One Village One Commodity (OVOC). Menariknya, lahan yang digunakan adalah pinjaman dari warga yang dipercayakan kepada pemerintah desa dan Gapoktan Wana Jawa untuk dijadikan lahan percontohan.

“Varietas IPB 3S ini adalah ‘mesin’ produktivitas. Keunggulannya adalah masa tanam yang singkat sehingga memungkinkan petani panen hingga tiga kali dalam setahun,” jelas Risa.

Meskipun program binaan PT Adaro Indonesia ini sempat tertunda karena anomali cuaca pada tahun 2024, pelaksanaan di tahun 2025 ini justru dilakukan dengan persiapan yang lebih matang. Berdasarkan riset mendalam mahasiswa IPB, karakteristik tanah di Desa Bagok terbukti sangat kompatibel dengan varietas IPB 3S, terutama untuk skema sawah tadah hujan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Petani Lokal
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi juga simbol dukungan penuh dari unsur Muspika, tokoh adat, hingga masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab kolektif.

Dengan umur tanaman yang relatif singkat dan ketahanan terhadap lingkungan tadah hujan, IPB 3S diharapkan mampu memotivasi petani lain untuk beralih ke pertanian berbasis riset. Jika pilot project di Demplot Sawah Baruh Beum ini sukses, Desa Bagok diproyeksikan menjadi kiblat baru produksi padi unggul di Barito Timur, sekaligus membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari tingkat desa dengan sentuhan teknologi yang tepat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Digitalisasi Desa Krandegan: Bukan Sekadar Aplikasi, Tapi Solusi Nasional

15 Januari 2026 - 18:33 WIB

Mendes Yandri: Atlet Esports Desa Berpotensi Tembus Pasar Global

13 Januari 2026 - 18:47 WIB

Bus Esports Desa: Cara Mendes Yandri Ubah Hobi Jadi Cuan

8 Januari 2026 - 18:07 WIB

Teknologi Plasma Ozon Jamin Sayur Dapur SPPG Bebas Bakteri

23 Desember 2025 - 06:00 WIB

Internet Ilegal Bekasi: Speed Test Ungkap Satu IndiHome Dibagi

14 Desember 2025 - 18:52 WIB

Ekonomi Digital Indonesia Melaju Cepat: Akankah Desa Menjadi Pelaku atau Sekadar Pasar?

13 Desember 2025 - 15:28 WIB

Trending di IPTEK