Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Deru ombak di Pantai Tiram, Ulakan Tapakis, menjadi saksi lahirnya sebuah babak baru bagi para penyintas dan pejuang kemanusiaan di Sumatera Barat. Pada Selasa (17/02/2026), komunitas FIELD-Bumi Ceria resmi mendeklarasikan pembentukan Persatuan Alumni Bumi Ceria (PABC). Wadah ini dirancang untuk mengonversi semangat kerelawanan pascagempa 2009 menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Pertemuan ini sebenarnya merupakan tradisi tahunan menyambut Ramadhan 1447 H. Namun, para pengurus sepakat bahwa sekadar bersilaturahmi tidaklah cukup. Mereka memutuskan untuk memformalkan ikatan sejarah mereka ke dalam PABC guna memperkuat peran petani pemandu dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mitigasi bencana di masa depan.
Merawat Ingatan, Membangun Ketangguhan
Bustami Tanjung, tokoh pengurus FIELD-Bumi Ceria, mengenang bahwa organisasi ini lahir dari puing-puing gempa besar 30 September 2009. Sejak awal 2010, lembaga ini telah menjadi rumah bagi Persatuan Petani Pemandu Masyarakat Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim (P3MTBPI).
“Organisasi ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat di Padang Pariaman. Melalui PABC, kami ingin memastikan sinergi antar-anggota tetap hidup untuk saling bertukar informasi demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Bustami di sela-sela momen silaturahmi tersebut.
Inovasi Wadah Baru untuk Masa Depan
Gafar Reli, salah satu inisiator PABC, menegaskan bahwa pembentukan persatuan alumni ini adalah langkah strategis agar potensi para kader tidak menguap begitu saja. PABC diposisikan sebagai “payung” resmi bagi para penggerak yang selama ini tersebar di berbagai kecamatan.
Tujuannya jelas: menciptakan wadah yang mampu menggerakkan kegiatan sosial-ekonomi dan lingkungan secara lebih terorganisir. Dengan adanya PABC, masyarakat Padang Pariaman kini memiliki basis alumni yang terlatih dalam adaptasi lingkungan dan siap siaga terhadap risiko bencana secara mandiri.
Momentum di Pantai Tiram ini membuktikan bahwa silaturahmi menjelang bulan suci dapat bertransformasi menjadi aksi nyata. PABC kini menjadi simbol bahwa ketangguhan masyarakat Padang Pariaman tetap terjaga, dari masa pemulihan gempa hingga tantangan perubahan iklim hari ini.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.