Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Di tengah sejuknya Wisata Agro Kayangan Mulyosari, sejarah baru organisasi profesi perangkat desa di Kecamatan Pagerwojo terukir. Melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) pada Kamis (29/1/2026), Muchtar secara aklamasi terpilih kembali memimpin Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Pagerwojo untuk masa bakti 2026–2031.
Terpilihnya kembali Sekretaris Desa Kedungcangkring ini bukan sekadar estafet kepemimpinan biasa. Fokus utama PPDI Pagerwojo lima tahun ke depan adalah membedah “sumbatan” birokrasi melalui percepatan digitalisasi pelayanan publik di tingkat desa.
Pendamping Digital bagi Kepala Desa
Ketua Paguyuban Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kecamatan Pagerwojo, Agil, memberikan penekanan khusus pada peran perangkat desa di era baru. Menurutnya, kepala desa kini sangat bergantung pada kecakapan teknologi para perangkatnya untuk memenuhi ekspektasi warga yang makin kompleks.
“Kita berada di era digitalisasi. Perangkat desa harus menjadi tulang punggung teknologi bagi pemerintah desa agar roda aktivitas pelayanan tidak gagap menghadapi tuntutan zaman,” tutur Agil.
Harmonisasi “Sengkuyung” dan Senioritas
Menariknya, meski didorong untuk melek teknologi, PPDI Pagerwojo tetap memegang teguh filosofi Sengkuyung (gotong royong) dan penghormatan terhadap senioritas. Ashari, yang mewakili PPDI Kabupaten Tulungagung, mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh menggerus etika birokrasi.
“Kepada rekan-rekan muda, hormati para pendahulu. PPDI adalah rumah bersama. Jika ada tantangan, mari kita kerjakan bersama-sama demi kesejahteraan perangkat dan warga,” tegas Ashari.
Dukungan Penuh Otoritas Kecamatan
Suasana Muscam berlangsung cair, terutama saat Camat Pagerwojo, Wahyu Yuniarko, memberikan “sinyal hijau” kepada Muchtar untuk melanjutkan kepemimpinannya. Wahyu menekankan pentingnya sinergi antara kecamatan dan desa agar pembangunan berjalan searah.
“Selamat untuk Pak Muchtar. Pesan saya, tetaplah amanah dan jaga harmonisasi. PPDI harus menjadi mitra strategis yang profesional dalam mengawal kebijakan pemerintah kabupaten,” kata Wahyu.
Muchtar sendiri menegaskan bahwa kemenangannya adalah kemenangan kolektif. Ia berkomitmen menjadikan PPDI Pagerwojo sebagai wadah perjuangan aspirasi yang lebih modern namun tetap membumi dalam lima tahun ke depan.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.