Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 17 Agu 2023 09:17 WIB ·

Mendes: Pendamping Desa Wajib Kuasai Bahasa Lokal, Bakal Diuji!


					Mendes: Pendamping Desa Wajib Kuasai Bahasa Lokal, Bakal Diuji! Perbesar

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] Ada yang berbeda dari instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, saat mengunjungi wilayah perbatasan di Kepulauan Talaud. Bukan soal laporan administrasi yang rumit, pria yang akrab disapa Gus Halim ini justru mewajibkan seluruh Pendamping Desa untuk menguasai bahasa daerah di wilayah tugas masing-masing.

Instruksi ini bukan sekadar imbauan biasa. Gus Halim menegaskan bahwa ke depan akan ada ujian khusus bahasa lokal bagi para pendamping. Sudut pandang ini mendobrak gaya komunikasi birokrasi yang biasanya formal menjadi lebih kultural dan humanis. Menurutnya, kegagalan pendampingan sering kali berawal dari hambatan bahasa yang memicu jarak sosial antara petugas dan warga.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar didampingi Istri Lilik Umi Nashriyah beserta rombongan mengunjungi Desa Musi, Kec. Lirung Kab. Kep. Talaud. Dalam kesempatan ini Menteri Desa PDTT Meresmikan Desa Adat, Desa Musi serta diberikan Tongkat oleh Dewan Adat sebagai Simbol Juru Damai dan dilanjutkan Penandatanganan Prasasti Desa Adat Musi, Kamis (16/08/23) Dok. Sigit Purwanto/Humas Kemendes

Bahasa sebagai Kunci Pembangunan (SDGs Desa)
Gus Halim menilai bahwa bahasa lokal adalah wadah informasi tersirat mengenai kebutuhan sejati masyarakat. Dengan menguasai bahasa setempat, pendamping desa tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembangunan, tetapi juga agen pelestari budaya. Hal ini sejalan dengan pencapaian SDGs Desa Goals ke-18, yakni “Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif”.

“Jika kita tidak memberikan dukungan maksimal untuk melestarikan adat dan budaya, saya khawatir kita akan kehilangan nilai-nilai luhur yang sangat bagus,” ungkap Gus Halim dalam audiensi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Membangun Kepercayaan Lewat Dialek Lokal
Secara psikologis, masyarakat desa cenderung lebih terbuka dan menaruh kepercayaan tinggi kepada pendamping yang mampu berbicara dengan dialek atau bahasa ibu mereka. Hubungan emosional yang erat ini memudahkan proses pengumpulan data dan penyampaian program pemerintah agar lebih akurat dan tepat sasaran. Pendekatan ini dianggap jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan teknokratis yang kaku.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Halim yang didampingi istrinya, Lilik Umi Nashriyah, juga meresmikan Desa Adat Musi di Kecamatan Lirung. Sebagai bentuk penghormatan atas komitmennya menjaga kearifan lokal, Dewan Adat setempat menganugerahi Gus Halim gelar adat “Marambe Wobato Marenkeng Soa” serta menyerahkan tongkat simbol Juru Damai.

Langkah berani mewajibkan penguasaan bahasa daerah ini diharapkan mampu merevitalisasi lembaga adat di desa. Ketika lembaga adat berfungsi kuat, kedaulatan pangan dan kebinekaan di tingkat desa akan menjadi fondasi kokoh bagi kedaulatan nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjararum Pacu Zero Stunting, e-HDW Jadi Senjata Menuju Generasi Emas 2045

25 Juli 2026 - 11:17 WIB

Rebutan Kursi BPD Sidodadi Banyuwangi: Dusun Krajan Memanas!

24 Juli 2026 - 18:47 WIB

TMMD Hadirkan NIB Gratis, UMKM Kesongo Naik Kelas

24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kuota Perempuan Terjaga, Wajah Inklusif BPD Desa Purorejo

24 Juli 2026 - 13:34 WIB

Sawah, Sejarah, dan Siasat Watugede Mandiri Tanpa Subsidi

23 Juli 2026 - 08:14 WIB

Rahasia Sukses Desa Banjararum: Administrasi Tertib, Ekonomi Melejit

22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Trending di DESA