Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 25 Jul 2026 11:17 WIB ·

Banjararum Pacu Zero Stunting, e-HDW Jadi Senjata Menuju Generasi Emas 2045


					Banjararum Pacu Zero Stunting, e-HDW Jadi Senjata Menuju Generasi Emas 2045 Perbesar

Desa Banjararum menurunkan angka stunting melalui kolaborasi kader, keluarga, dan pemanfaatan e-HDW. Inovasi berbasis data ini menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Rembuk Stunting Desa Banjararum Kecamatan Singosari membahas percepatan Zero Stunting dan penyusunan RKP Desa 2027 melalui pemanfaatan e-HDW.
Pemerintah Desa Banjararum bersama tenaga kesehatan, kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan pemangku kepentingan mengikuti Rembuk Stunting sebagai langkah menyusun strategi percepatan penurunan stunting menuju Zero Stunting dan Generasi Emas 2045.

Malang – Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang membuktikan bahwa percepatan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kolaborasi masyarakat dan tata kelola berbasis data. Melalui pemanfaatan Electronic Human Development Worker (e-HDW), penguatan peran kader, serta keterlibatan aktif keluarga, desa ini berhasil menurunkan jumlah anak yang mengalami stunting dan gizi buruk dari 28 anak menjadi 25 anak. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk mewujudkan Zero Stunting sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rembuk Stunting Desa Banjararum yang digelar di Hall Room Kantor Desa Banjararum, Jumat (24/7/2026). Forum ini tidak sekadar menjadi agenda evaluasi tahunan, tetapi juga ruang strategis untuk menyusun langkah percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027.

Rembuk Stunting merupakan tindak lanjut Musyawarah Desa Rumah Desa Sehat yang telah dilaksanakan pada 24 Juni 2026. Forum ini sekaligus menjadi implementasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 yang menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas penggunaan Dana Desa.

Kolaborasi Desa Mulai Menunjukkan Hasil

Penurunan angka stunting menjadi indikator bahwa sinergi pemerintah desa, tenaga kesehatan, Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta masyarakat mulai memberikan dampak nyata.

Kepala Desa Banjararum memberikan apresiasi kepada seluruh kader yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kepada ibu-ibu kader yang sudah bahu membahu menurunkan angka stunting maupun gizi kurang dari 28 menjadi 25 anak. Saya berharap seluruh unsur masyarakat terus bekerja keras agar Banjararum mampu mewujudkan Zero Stunting.”

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah desa. Keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

e-HDW Perkuat Tata Kelola Berbasis Data

Salah satu kekuatan Banjararum terletak pada pemanfaatan Electronic Human Development Worker (e-HDW) sebagai sistem pendataan, pemantauan, sekaligus dasar pengambilan kebijakan.

Melalui e-HDW, pemerintah desa dapat mengidentifikasi keluarga berisiko stunting, memantau layanan yang telah diterima, hingga menyusun Scorecard Stunting Desa sebagai dasar penyusunan program dan pengalokasian anggaran yang lebih tepat sasaran.

Pendamping Desa Banjararum menegaskan bahwa kualitas data menjadi kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting.

“Data e-HDW harus dimaksimalkan karena sangat membantu Kader Pembangunan Manusia dalam mendata, memantau, sekaligus memastikan sasaran prioritas stunting memperoleh layanan yang sesuai. Fungsi e-HDW bukan hanya pendataan, tetapi juga pemantauan layanan, pelaporan melalui scorecard stunting, hingga menjadi dasar perencanaan pembangunan desa.”

Pendekatan berbasis data tersebut menjadikan setiap intervensi lebih efektif sehingga penggunaan Dana Desa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menyiapkan Generasi Emas dari Desa

Pelaksana Tugas Camat Singosari,Abid Rahmat Hidayat SE, menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Visi Indonesia Emas 2045 tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan menurunkan stunting.”

Data nasional menunjukkan prevalensi stunting turun dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 19,8 persen pada 2024. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 14,2 persen pada 2029 dan mencapai 5 persen pada 2045.

Karena itu, setiap anak yang berhasil tumbuh sehat hari ini merupakan investasi penting agar bonus demografi benar-benar berubah menjadi bonus kesejahteraan pada masa mendatang.

Perubahan Berawal dari Kepedulian Keluarga

Keberhasilan Banjararum tidak hanya tercermin dari angka statistik.

Di balik penurunan stunting terdapat kisah perjuangan keluarga yang menjadi fondasi perubahan. Salah satunya seorang nenek warga Banjararum yang setiap bulan rela berjalan sekitar dua kilometer mengantar cucunya ke Posyandu demi memastikan tumbuh kembangnya terpantau dengan baik.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan program stunting tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kepedulian keluarga dalam memastikan anak memperoleh layanan kesehatan secara rutin.

Di sisi lain, tantangan masih perlu diatasi. Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Banjararum, Asia, mengungkapkan masih terdapat anak yang diasuh oleh kakek atau nenek karena kedua orang tuanya bekerja. Selain itu, sebagian orang tua masih memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan secara mandiri tanpa melaporkan hasilnya kepada kader sehingga data pertumbuhan anak belum sepenuhnya tercatat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan kualitas data dan pendampingan keluarga tetap menjadi pekerjaan bersama.

Desa Tidak Hanya Bergerak, Tetapi Juga Berinovasi

Rembuk Stunting Banjararum tidak berhenti pada evaluasi capaian. Forum juga melahirkan sejumlah inovasi yang akan diusulkan dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027.

Di antaranya pembentukan KPM Digital Squad untuk memperkuat edukasi melalui media sosial dan konten kreatif, Sehat Banjararum berupa lomba menu bergizi berbahan pangan lokal, KPM Hero Award sebagai bentuk apresiasi bagi kader berprestasi, serta Duta Stunting Muda yang akan mengampanyekan pentingnya gizi dan kesehatan reproduksi kepada kalangan remaja.

Seluruh inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat perubahan perilaku masyarakat sekaligus memastikan percepatan penurunan stunting berlangsung secara berkelanjutan.

Fondasi Indonesia Emas Dibangun dari Desa

Rembuk Stunting Banjararum menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak lagi hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun atau besarnya anggaran yang dibelanjakan.

Keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan desa melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ketika data dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan, kader kesehatan aktif mendampingi keluarga, Posyandu menjadi ruang pembelajaran masyarakat, dan pemerintah desa mampu melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan warganya, sesungguhnya desa sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045.

Banjararum memberikan pesan penting bahwa Zero Stunting bukan sekadar target program, melainkan gerakan bersama. Dari balai desa, Posyandu, hingga rumah-rumah warga, masa depan Indonesia sedang dipersiapkan melalui langkah-langkah kecil yang konsisten, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rebutan Kursi BPD Sidodadi Banyuwangi: Dusun Krajan Memanas!

24 Juli 2026 - 18:47 WIB

TMMD Hadirkan NIB Gratis, UMKM Kesongo Naik Kelas

24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kuota Perempuan Terjaga, Wajah Inklusif BPD Desa Purorejo

24 Juli 2026 - 13:34 WIB

Sawah, Sejarah, dan Siasat Watugede Mandiri Tanpa Subsidi

23 Juli 2026 - 08:14 WIB

Rahasia Sukses Desa Banjararum: Administrasi Tertib, Ekonomi Melejit

22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Bukan Proyek Fisik, Toyomarto Alokasikan Dana Desa Berbasis Bukti

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Trending di DESA