Mendes Yandri Susanto Tegaskan Pembangunan dari Desa Kunci Atasi Urbanisasi dan Kemiskinan
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat [DESA MERDEKA] – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk berkolaborasi aktif dalam menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto. Asta Cita ini berfokus pada pembangunan yang dimulai dari desa dan dari bawah, bertujuan untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan secara masif.
Hal ini disampaikan Mendes Yandri saat membuka Jambore Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABDSI) sekaligus deklarasi Desa Bersih Narkoba (Bersinar) Provinsi NTB, di Kantor Bupati Lombok Tengah, Sabtu (13/12/2025).
Menurut Yandri, Asta Cita ke-6 ini diwujudkan melalui program-program kerakyatan yang berbasis di desa, seperti Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
“Kita ini bukan Superman tapi Super Team. Pak Gubernur, Pak Bupati, TNI, Polisi, dan seluruh komponen desa tidak bisa berjalan sendiri, kita mesti bersama-sama,” ungkap Mantan Wakil Ketua MPR RI ini, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpihak.

Program Kerakyatan Desa Cegah Tragedi Urbanisasi
Mendes Yandri menegaskan bahwa suksesnya program-program kerakyatan berbasis desa ini merupakan kunci strategis untuk mencegah terjadinya arus urbanisasi besar-besaran, yang sempat melanda negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Menurutnya, jika desa tidak diurus dengan baik, pergerakan penduduk dari desa ke kota akan sulit dihindari.
“Inilah persoalan kalau desa tidak diurus, maka Bapak Presiden mengatakan membangun dari Desa, tidak mau tragedi Jepang terjadi di Indonesia, orang desa ke kota semua,” jelas Yandri.
Oleh karena itu, pemerintah berupaya keras menciptakan “kue-kue” atau berbagai peluang usaha dan kegiatan ekonomi di desa. Selain Kopdes dan MBG, inisiatif seperti Desa Wisata dan Desa Ekspor terus didorong untuk meningkatkan perputaran ekonomi lokal, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mencegah kemiskinan.
“Makanya kita di Indonesia ciptakan kue-kue, gula-gula dan banyak usaha di desa. MBG, Kopdes, BUM Desa, Desa Wisata, Desa Ekspor dan sebagainya. Inilah cerdasnya Bapak Presiden Prabowo, membangun dari desa,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yandri Susanto mengajak seluruh pihak, khususnya yang berada di level desa, agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat aktif untuk menyukseskan program-program strategis tersebut. Kehadiran TPP, BPD, dan perangkat desa menjadi garda terdepan dalam implementasi Asta Cita di lapangan.
Kegiatan jambore dan deklarasi Desa Bersinar ini turut dihadiri oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Muazzim Akbar, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah, serta jajaran Forkopimda dan pejabat Kemendes PDT.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.