Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Demokrasi di tingkat kecamatan menunjukkan kelasnya. Musyawarah Kecamatan (Muscam) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Karangrejo yang digelar di Balai Desa Sukowiyono, Minggu (11/1/2026), berakhir dengan drama perolehan suara yang sangat tipis. Hari Tricahyono resmi terpilih sebagai Ketua PPDI Kecamatan Karangrejo masa bakti 2026–2031 setelah unggul hanya selisih satu suara dari rivalnya, Bejo Suwarno.
Menariknya, alih-alih memicu polarisasi, dinamika ini justru berakhir manis. Bejo Suwarno, sang kompetitor kuat, langsung didapuk menjadi Wakil Ketua untuk mendampingi Hari dalam menjalankan roda organisasi lima tahun ke depan. Langkah ini dipuji sebagai bentuk kedewasaan berorganisasi yang patut dicontoh oleh lembaga politik di tingkat yang lebih tinggi.
Mandat Baru: Solidaritas dan Transformasi Digital
Dalam pidato perdananya, Hari Tricahyono yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Ketua, menekankan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat solidaritas internal. Ia ingin PPDI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan mitra strategis pemerintah dalam akselerasi pembangunan desa.
“PPDI harus menjadi wadah perjuangan aspirasi sekaligus jembatan komunikasi dengan pemerintah untuk memajukan desa-desa di Karangrejo,” ujar Hari di hadapan Camat, Kapolsek, Danramil, dan perwakilan perangkat desa se-kecamatan.
Harapan besar juga datang dari pengurus PPDI Kabupaten Tulungagung yang diwakili oleh Ana Imsawan. Ia menekankan bahwa di periode 2026–2031 ini, pengurus baru wajib membawa perubahan signifikan, terutama dalam meningkatkan kapasitas perangkat desa di tengah gempuran era digital yang menuntut pelayanan serba cepat dan transparan.
Kesejahteraan dan Penghormatan bagi Purna Tugas
Selain penguatan internal, kepengurusan Hari-Bejo mengusung tiga visi utama:
- Pengawalan Kesejahteraan: Memastikan hak-hak perangkat desa terpenuhi sesuai regulasi.
- Sinergi Instansi: Mempererat koordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan hingga kabupaten.
- Upgrade SDM: Meningkatkan kompetensi anggota agar lebih amanah dan profesional dalam melayani masyarakat.
Momentum Muscam ini juga diwarnai suasana haru saat pemberian tali asih kepada Imam Sakroni, anggota PPDI Karangrejo yang memasuki masa purna tugas. Sakroni berpesan agar pengurus baru tidak pernah lelah memperjuangkan nasib rekan sejawat agar lebih sejahtera dan tetap amanah bagi warga desa masing-masing.
Acara ditutup dengan ramah tamah yang mempertegas bahwa persaingan suara dalam pemungutan tadi telah usai, menyisakan semangat baru untuk membangun Karangrejo yang lebih solid.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.