Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 25 Mar 2025 18:42 WIB ·

Mayoritas Desa Sulut di Bukit, Tantangan Infrastruktur Mengintai


					Mayoritas Desa Sulut di Bukit, Tantangan Infrastruktur Mengintai Perbesar

Data BPS Podes 2024: 74% Desa Sulawesi Utara Berada di Daerah Berbukit

Manado, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang dikenal dengan keindahan bahari dan pegunungannya, menghadapi tantangan signifikan dalam pembangunan infrastruktur desa. Berdasarkan hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, mayoritas desa di wilayah ini berada di daerah berbukit dan pegunungan. Data ini menunjukkan perlunya strategi pembangunan yang adaptif dan fokus pada peningkatan aksesibilitas di kawasan terpencil.

Dari total 1.838 desa di Sulawesi Utara, BPS mencatat sebanyak 1.361 desa (sekitar 74%) berlokasi di lereng atau puncak bukit/pegunungan. Sementara itu, 454 desa berada di dataran, dan hanya 23 desa yang terletak di lembah.

Geografis Dominan Bukit Membutuhkan Strategi Khusus
Kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan ini menghadirkan tantangan spesifik dalam pengiriman material dan pembangunan infrastruktur dasar. Kabupaten-kabupaten seperti Minahasa, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud menjadi wilayah dengan konsentrasi desa berbukit tertinggi. Sebaliknya, wilayah dataran lebih banyak ditemukan di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa.

Seorang analis pembangunan desa di Manado menyoroti pentingnya temuan BPS ini. “Kondisi geografis yang beragam ini membutuhkan strategi pembangunan yang sangat tepat sasaran. Pemerintah daerah harus secara khusus memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan dan aksesibilitas, terutama di desa-desa yang secara topografi terpencil,” ujarnya.

Selain faktor topografi, BPS juga mencatat adanya pergeseran administrasi dan lingkungan. Beberapa desa dataran sebelumnya dilaporkan bertransisi menjadi desa berbukit atau lembah dalam data Podes 2024, dibandingkan dengan pendataan pada tahun 2018 dan 2021. Perubahan ini bisa dipicu oleh perubahan lingkungan, seperti erosi, atau pembangunan infrastruktur di sekitarnya yang mengubah lanskap daerah secara keseluruhan.

Potensi Wisata dan Pembangunan Berkelanjutan
Di tengah tantangan infrastruktur yang kompleks, desa-desa di Sulut menawarkan potensi pariwisata alam yang memukau. Keindahan desa pesisir dan pegunungan menjadi peluang emas untuk pengembangan ekonomi lokal. Warga desa tidak hanya menikmati lingkungan yang asri, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan sosial.

Analis tersebut menambahkan, “Desa-desa di Sulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Dengan dukungan pembangunan yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan yang ketat, potensi wisata ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.”

Oleh karena itu, pemerintah daerah didesak untuk memanfaatkan data BPS Podes 2024 sebagai peta jalan. Dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, tantangan geografis dapat diatasi, dan potensi desa-desa di Sulawesi Utara, baik di dataran maupun di puncak bukit, dapat dimaksimalkan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM