Data BPS Podes 2024: 74% Desa Sulawesi Utara Berada di Daerah Berbukit
Manado, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang dikenal dengan keindahan bahari dan pegunungannya, menghadapi tantangan signifikan dalam pembangunan infrastruktur desa. Berdasarkan hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, mayoritas desa di wilayah ini berada di daerah berbukit dan pegunungan. Data ini menunjukkan perlunya strategi pembangunan yang adaptif dan fokus pada peningkatan aksesibilitas di kawasan terpencil.
Dari total 1.838 desa di Sulawesi Utara, BPS mencatat sebanyak 1.361 desa (sekitar 74%) berlokasi di lereng atau puncak bukit/pegunungan. Sementara itu, 454 desa berada di dataran, dan hanya 23 desa yang terletak di lembah.

Geografis Dominan Bukit Membutuhkan Strategi Khusus
Kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan ini menghadirkan tantangan spesifik dalam pengiriman material dan pembangunan infrastruktur dasar. Kabupaten-kabupaten seperti Minahasa, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud menjadi wilayah dengan konsentrasi desa berbukit tertinggi. Sebaliknya, wilayah dataran lebih banyak ditemukan di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa.
Seorang analis pembangunan desa di Manado menyoroti pentingnya temuan BPS ini. “Kondisi geografis yang beragam ini membutuhkan strategi pembangunan yang sangat tepat sasaran. Pemerintah daerah harus secara khusus memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan dan aksesibilitas, terutama di desa-desa yang secara topografi terpencil,” ujarnya.
Selain faktor topografi, BPS juga mencatat adanya pergeseran administrasi dan lingkungan. Beberapa desa dataran sebelumnya dilaporkan bertransisi menjadi desa berbukit atau lembah dalam data Podes 2024, dibandingkan dengan pendataan pada tahun 2018 dan 2021. Perubahan ini bisa dipicu oleh perubahan lingkungan, seperti erosi, atau pembangunan infrastruktur di sekitarnya yang mengubah lanskap daerah secara keseluruhan.

Potensi Wisata dan Pembangunan Berkelanjutan
Di tengah tantangan infrastruktur yang kompleks, desa-desa di Sulut menawarkan potensi pariwisata alam yang memukau. Keindahan desa pesisir dan pegunungan menjadi peluang emas untuk pengembangan ekonomi lokal. Warga desa tidak hanya menikmati lingkungan yang asri, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan sosial.
Analis tersebut menambahkan, “Desa-desa di Sulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Dengan dukungan pembangunan yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan yang ketat, potensi wisata ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.”
Oleh karena itu, pemerintah daerah didesak untuk memanfaatkan data BPS Podes 2024 sebagai peta jalan. Dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, tantangan geografis dapat diatasi, dan potensi desa-desa di Sulawesi Utara, baik di dataran maupun di puncak bukit, dapat dimaksimalkan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.