Lima Puluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy, memilih cara yang unik untuk memulai rangkaian Safari Ramadan tahun 2025. Bukan di pusat kota, Vasko justru mendatangi Masjid Tazkir Bela Negara di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (3/3/2025). Masjid ini bukan tempat ibadah biasa; namanya dititipkan langsung oleh tokoh kunci Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), Mr. Syafruddin Prawiranegara.
Kehadiran Tim Safari Ramadhan (TSR) Sumbar di lokasi ini seolah membangkitkan kembali memori kolektif tentang perjuangan bangsa yang pernah berpusat di pedalaman Sumatra Barat. “Masjid Tazkir ini penuh kenangan sejarah. Memulai safari di sini adalah bentuk penghormatan kita terhadap nilai-nilai bela negara,” ujar Vasko Ruseimy di hadapan para jemaah.
Investasi Spiritual dan Fisik
Dalam kunjungan tersebut, Vasko tidak datang dengan tangan hampa. Ia menyerahkan bantuan hibah senilai Rp25 juta dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk percepatan pembangunan fisik masjid. Tak hanya itu, 20 mushaf Al-Qur’an juga diserahkan guna menghidupkan aktivitas literasi keagamaan bagi warga setempat.
Vasko menekankan bahwa bantuan ini adalah stimulan. Ia mengajak masyarakat dan para perantau untuk kembali melirik Masjid Tazkir sebagai aset sejarah yang harus dijaga kelayakannya. Menurutnya, masjid ini adalah simbol bahwa kedaulatan negara pernah dipertahankan dari surau-surau di pelosok desa.
Menyentuh Sisi Kemanusiaan di Gunuang Omeh
Keluar dari pelataran masjid, sudut pandang “bela negara” Vasko berlanjut ke aksi kemanusiaan yang lebih personal. Didampingi Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, rombongan bergerak menuju kawasan Gunuang Omeh.
Di sana, Vasko menemui salah satu warga yang kondisi huniannya memprihatinkan. Tanpa birokrasi yang berbelit, bantuan rehabilitasi rumah senilai Rp25 juta langsung diserahkan. Langkah ini menegaskan bahwa safari pemerintah tahun ini tidak hanya fokus pada seremoni di atas mimbar, tetapi juga menyentuh langsung “lantai” kehidupan masyarakat yang membutuhkan bantuan nyata.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa merawat sejarah bangsa harus berjalan beriringan dengan merawat kesejahteraan rakyat yang mendiami tanah sejarah tersebut.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.