Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 17 Agu 2023 10:52 WIB ·

Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Desa Adat


					Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Desa Adat Perbesar

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] Di tengah gempuran modernitas, desa adat kini muncul sebagai jawaban atas krisis kemanusiaan dan lingkungan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa nilai luhur leluhur adalah modal utama bangsa untuk bertahan di masa depan.

Saat meresmikan Desa Adat Musi di Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (16/8/2023), pria yang akrab disapa Gus Halim ini menekankan bahwa warisan nenek moyang bukanlah benda mati, melainkan hasil refleksi panjang yang memposisikan manusia secara proporsional dengan alam.

“Tidak ada nilai luhur yang tidak bagus. Semua nilai luhur pasti memberikan posisi seimbang antara kita sebagai manusia dan alam tempat kita tumbuh,” ujar Gus Halim.

Filosofi Rahmatan Lil ‘Alamin di Jantung Tradisi
Gus Halim melihat keunikan masyarakat Adat Musi sebagai cerminan bangsa besar yang diidamkan para pendiri negara. Karakter masyarakatnya yang santun terhadap sesama makhluk dan lingkungan merupakan implementasi nyata dari konsep kebaikan universal.

“Dalam Islam, itu namanya rahmatan lil ‘alamin. Memberi rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya kepada sesama manusia,” imbuh Doktor Honoris Causa UNY tersebut.

Kekayaan tradisi di Desa Musi, yang ditandai dengan banyaknya situs bersejarah dan peninggalan leluhur yang terawat, menjadi bukti bahwa identitas lokal mampu membentengi masyarakat dari gempuran budaya asing yang kian masif.

Budaya Sebagai Mesin Ekonomi Desa
Sudut pandang menarik lainnya adalah optimisme Gus Halim bahwa adat istiadat dapat dikonversi menjadi kesejahteraan nyata. Warisan budaya yang dikelola secara profesional melalui sektor wisata akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa tanpa merusak identitas aslinya.

Ia mendorong masyarakat desa agar tidak rendah diri dalam mempromosikan keunikan kampung mereka. Menurutnya, jika nilai-nilai leluhur terus dikembangkan, kehidupan masyarakat tidak akan pernah sengsara karena selaras dengan hukum alam.

“Ayo kita lestarikan dan kembangkan, agar anak cucu kita terus memperjuangkan nilai luhur ini sebagai sarana perbaikan kesejahteraan,” tandas mantan Ketua DPRD Jawa Timur tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan, Dewan Adat setempat menganugerahkan tongkat simbol Juru Damai kepada Gus Halim. Peresmian ini juga ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan oleh jajaran pejabat Kemendes PDTT dan tokoh adat setempat, mengukuhkan Desa Musi sebagai benteng identitas bangsa di beranda utara Indonesia.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau

27 Juli 2026 - 06:01 WIB

Septiani: Tulang Punggung yang Berpulang di PT PEI HAI

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Trending di SOSBUD