Probolinggo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Setelah bertahun-tahun terbelenggu sunyi akibat pandemi Covid-19, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, akhirnya kembali “bernyawa”. Pada Jumat malam (26/5/2023), desa ini tumpah ruah dalam kemeriahan Pawai Budaya yang menjadi simbol kembalinya tradisi selamatan desa yang sempat tertunda lama.
Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB ini tidak hanya sekadar arak-arakan. Kepala Desa Maron Kidul, Ridwanto, mengemas kegiatan ini dengan sentuhan sosial melalui khitanan massal yang diikuti oleh 25 anak warga setempat. Kehadiran para peserta khitan yang diarak di tengah pawai memberikan nuansa sakral sekaligus penuh sukacita bagi keluarga dan penonton.
Magnet Budaya Lintas Daerah
Keunikan selamatan desa kali ini terletak pada daya tariknya yang melintasi batas wilayah. Ridwanto mengungkapkan bahwa antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal. Kelompok seni Reog bahkan sengaja datang dari luar Kabupaten Probolinggo untuk menyumbangkan penampilan terbaik mereka secara sukarela. Hal ini membuktikan bahwa tradisi Desa Maron Kidul memiliki magnet kuat bagi para pegiat seni.
“Ini adalah kerinduan yang tuntas. Kami bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat untuk merencanakan kembali kegiatan ini semeriah mungkin setelah status pandemi dicabut,” ujar Ridwanto di sela-sela acara.
Hiburan Rakyat Tanpa Henti
Kemeriahan tidak berhenti pada malam pawai saja. Pemerintah Desa (Pemdes) Maron Kidul telah menyiapkan rangkaian agenda panjang untuk memanjakan masyarakat. Salah satu yang paling dinanti adalah pertunjukan ketoprak legendaris, Rukun Karya, yang didatangkan langsung dari Pulau Madura pada 29 Mei 2023 mendatang.
Melalui perhelatan rutin yang kembali hidup ini, Ridwanto membawa misi besar bagi masa depan desa. Ia berharap momentum selamatan desa ini menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan damai.
“Harapan kami ke depan, Maron Kidul bisa menjadi desa yang benar-benar tentram dan sejahtera sesuai dengan cita-cita masyarakat selama ini,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi apik antara tradisi, aksi sosial, dan hiburan rakyat, Desa Maron Kidul berhasil membuktikan bahwa kearifan lokal adalah mesin utama penggerak semangat warga pascakrisis global.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.