Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 10 Nov 2023 16:02 WIB ·

Marak Kekerasan, Kemenko PMK dan TBM Deklarasikan Perlindungan Anak


					Marak Kekerasan, Kemenko PMK dan TBM Deklarasikan Perlindungan Anak Perbesar

Surakarta, Jawa tengah [DESA MERDEKA] Isu maraknya praktik kekerasan pada anak di Indonesia kian mencapai level yang memprihatinkan. Kasus-kasus seperti perundungan (bullying), pelecehan seksual, hingga perlakuan diskriminatif di lingkungan pendidikan maupun keluarga, menunjukkan adanya masalah struktural yang seringkali luput dari perhatian para pemangku kebijakan dan masyarakat.

Merespons fakta-fakta sosial tersebut, Bidang Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia terus berupaya memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan perlakuan yang adil dan layak. Upaya ini menjadi modal penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Komitmen perlindungan anak ini secara konkret diwujudkan melalui sebuah kegiatan penting. Pada momen Sosialisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ramah Anak yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK bekerja sama dengan Forum TBM, dilakukan Deklarasi Perlindungan Hak Anak.

Acara tersebut berlangsung pada tanggal 9 hingga 10 November 2023, bertempat di Hotel Sala View, Surakarta.

Praktisi Literasi Soroti Diskriminasi Tak Disadari
Ibe Karyanto, salah satu pemateri yang juga merupakan praktisi literasi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap insiden kekerasan yang banyak terjadi. Ia menyoroti bahwa tak jarang tindakan diskriminasi terhadap anak dilakukan tanpa disadari oleh masyarakat luas, termasuk orang tua.

“Tanpa masyarakat sadari, apa yang selama ini kita lakukan seringkali telah menciptakan sekat mental dan sosial yang mendiskriminasi anak, sehingga anak merasa terabaikan haknya oleh orang tuanya. Itu kasus kecil yang terjadi,” ujar Ibe Karyanto dalam paparannya.

Pernyataannya menggarisbawahi pentingnya peningkatan kesadaran di tingkat keluarga dan komunitas untuk menjamin terpenuhinya hak-hak dasar anak.

Paparan Materi perlindungan Anak oleh Ibe Karyanto dan upaya pencegahannya

✍️ Deklarasi Diteken Pengurus TBM Se-Jawa
Deklarasi Perlindungan Anak ini mendapat sambutan positif dan komitmen penuh dari para peserta. Sejumlah perwakilan pengurus TBM dari tingkat pusat dan wilayah, termasuk Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Jawa Timur, menunjukkan dedikasinya.

Mereka secara simbolis menandatangani spanduk putih yang memuat poin-poin penting terkait upaya perlindungan anak. Selain penandatanganan pada spanduk, setiap peserta dari berbagai daerah dan kabupaten juga turut membubuhkan tanda tangan pada naskah Deklarasi Perlindungan Hak Anak yang telah disiapkan panitia.

Melalui deklarasi ini, Kemenko PMK dan Forum TBM berharap Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dapat menjadi ruang publik yang aman dan nyaman, serta berfungsi efektif sebagai garis depan dalam upaya edukasi dan pencegahan kekerasan serta diskriminasi terhadap anak.

Langkah ini menegaskan kembali bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas perlindungan dan perlakuan adil yang diterima oleh generasi muda Indonesia saat ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 106 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siswa SMK Bawen Guncang Dunia Tani Lewat Inovasi

24 April 2026 - 05:45 WIB

Teknologi Pangan: Kunci Siswa SMK Kuasai Pertanian Masa Depan

24 April 2026 - 05:41 WIB

Literasi: Napas Baru bagi Masa Depan Pemuda Sumbar

22 April 2026 - 21:25 WIB

Sinergi Forkopimcam Mojoagung Kawal Ketat Kualitas Gizi di Dapur Garuda Nusantara Lestari

21 April 2026 - 09:56 WIB

Empat Pendekar Dusun Toyogiri: Kuliah Bukan Lagi Momok

19 April 2026 - 08:01 WIB

Gaya Storytelling: Rahasia Siswa SMK Bawa Edamame ke Jakarta

13 April 2026 - 21:40 WIB

Trending di PENDIDIKAN