Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KOPDES MP · 15 Sep 2025 18:23 WIB ·

Malaka Pacu Koperasi Desa Lewat Pelatihan Bisnis


					PLT Kadis Koperasi Kabupaten Malaka, Melki Bere Perbesar

PLT Kadis Koperasi Kabupaten Malaka, Melki Bere

Malaka, NTT [DESA MERDEKA] Sebanyak 47 dari 127 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memiliki gerai atau unit usaha. Dari jumlah tersebut, dua koperasi —KDMP Dirma dan KDMP Umatos— kini menjadi percontohan setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Provinsi NTT di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kapasitas pengelola koperasi. Plt. Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Malaka, Melki Bere, menjelaskan bahwa selain gerai, mayoritas KDMP di Malaka juga telah memiliki dokumen penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, akun microsite, dan nomor rekening.

Namun, lanjut Melki, masih ada beberapa kendala yang harus diatasi, terutama terkait penyusunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan proposal bisnis. Melki membagi KDMP di Malaka menjadi dua kategori.

“Saya sering istilahkan KDMP Malaka itu ada dua kategori, yaitu KDMP produktif dan KDMP konsumtif,” jelas Melki saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/9/2025). “Yang produktif itu orang melihat persoalan langsung menanggapi, sedangkan yang konsumtif itu orang yang perlu digerakkan dulu baru merespons informasi atau persoalan.”

Melki berharap seluruh pengurus koperasi desa dapat lebih proaktif dan cepat tanggap dalam memanfaatkan peluang. Ia menegaskan, sikap proaktif ini sangat penting agar koperasi tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam pembangunan ekonomi di tingkat desa.

Berdasarkan data Dinas Koperasi Kabupaten Malaka, sebagian besar KDMP masih kesulitan menyusun proposal bisnis, terutama untuk pengajuan ke bank. Oleh karena itu, Dinas Koperasi berencana mengadakan pelatihan teknis khusus untuk membantu pengurus koperasi dalam menyusun proposal yang layak.

Data terbaru menunjukkan progres signifikan dalam kelengkapan administrasi KDMP di Malaka. Tercatat, 107 dari 127 koperasi telah memiliki NPWP, 106 koperasi memiliki NIB, 38 koperasi memiliki rekening bank, dan 27 koperasi memiliki akun microsite. Sementara itu, gerai atau unit usaha telah dimiliki oleh 47 koperasi. Namun, belum ada satu pun KDMP yang berhasil menyusun proposal bisnis secara mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Modal Integritas: Senjata Rahasia Koperasi Lodoyong Dobrak Pasar

20 Mei 2026 - 06:31 WIB

Kunci Sukses Koperasi Lodoyong: Pilih Figur Pemimpin yang ‘Ceto’

19 Mei 2026 - 19:22 WIB

Siasat Titip Jual Koperasi Lodoyong: Bisnis Minim Modal Hasil Maksimal

19 Mei 2026 - 09:26 WIB

Strategi Hadapi Perang Dagang Akar Rumput Versi Koperasi Lodoyong

18 Mei 2026 - 13:48 WIB

Trending di KOPDES MP