Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 16 Nov 2025 21:55 WIB ·

Mahyeldi Tawarkan Proyek Strategis Sumbar Lewat Wakaf Produktif


					Mahyeldi Tawarkan Proyek Strategis Sumbar Lewat Wakaf Produktif Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memanfaatkan panggung Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Padang untuk menawarkan sejumlah proyek strategis daerah yang dapat didanai melalui skema wakaf produktif. Mahyeldi menegaskan bahwa pengelolaan dana wakaf harus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan layanan publik vital dan penguatan ekonomi masyarakat, menjadikannya investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

“Setiap rupiah wakaf yang dikelola secara profesional dan baik akan kembali menjadi manfaat, tidak hanya untuk umat, tetapi juga bagi kemajuan daerah secara keseluruhan,” ujar Mahyeldi saat menjadi pembicara dalam konferensi yang berlangsung pada Minggu, 16 November 2025 tersebut.

Rumah Sakit dan Pendidikan Jadi Prioritas
Dalam presentasinya, Mahyeldi memaparkan daftar proyek yang membutuhkan dukungan dana wakaf produktif, dengan fokus utama pada sektor kesehatan dan pendidikan, yaitu:

  • Pengembangan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi: Proyek ini membutuhkan alokasi dana sebesar Rp439 miliar.
  • Pengembangan RSUD M. Natsir Solok: Diperkirakan menelan biaya sebesar Rp380 miliar.
  • Peningkatan sarana RSUD M. Yamin Pariaman: Proyek penting untuk menunjang fasilitas kesehatan di wilayah pantai.
  • Pembangunan fasilitas pendidikan dan pengembangan ilmu Al-Qur’an: Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp35 miliar.

Dukungan usaha ekonomi produktif masyarakat: Dialokasikan dana sebesar Rp6,3 miliar untuk membantu permodalan dan pengembangan usaha rakyat.

Tiga Strategi Penguatan Ekosistem Wakaf
Selain menawarkan proyek fisik, Gubernur Mahyeldi juga memperkenalkan tiga langkah strategis untuk memodernisasi dan memperkuat ekosistem wakaf di Sumatera Barat. Langkah-langkah ini mencakup:

  • Pembangunan Pusat Data Wakaf: Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset wakaf.
  • Digitalisasi layanan wakaf: Bertujuan mempermudah masyarakat dalam menunaikan wakaf dan mempercepat proses layanan terkait wakaf.
  • Pengembangan wakaf Aparatur Sipil Negara (ASN) dan wakaf produktif pesantren: Inisiatif untuk memperluas basis penghimpunan dana wakaf dari kalangan profesional dan lembaga pendidikan Islam.

Mahyeldi menekankan kesiapan Sumbar untuk menjadi pusat wakaf modern di Indonesia. Komitmen ini didukung oleh tekad untuk menerapkan tata kelola yang profesional, berkelanjutan, dan kolaboratif dengan menjalin sinergi bersama lembaga-lembaga wakaf dari dalam dan luar negeri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Wisata Halal Sumbar: Berkah Kota Besar, Nagari Penonton

28 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS