Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 15 Des 2025 21:18 WIB ·

Mahyeldi Janjikan Pemulihan Jalan dan Sawah Terdampak Bencana


					Mahyeldi Janjikan Pemulihan Jalan dan Sawah Terdampak Bencana Perbesar

Gubernur Sumbar Prioritaskan Pemulihan Akses Jalan dan Lahan Pertanian di Limapuluh Kota

Limapuluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak bencana alam di Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu (14/12/2025). Kunjungan ini berfokus mendengarkan aspirasi warga, di mana pemulihan akses jalan yang terputus dan normalisasi lahan pertanian yang tertimbun lumpur menjadi dua permintaan utama masyarakat agar mereka dapat segera bangkit pascabencana.

Dua titik yang menjadi fokus kunjungan Gubernur adalah Posko Bencana Alam Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, serta Nagari Baruah Gunuang, Kecamatan Bukit Barisan.

Dalam dialognya dengan warga terdampak, Mahyeldi menyadari bahwa terputusnya akses jalan telah mengisolasi beberapa wilayah. Kondisi ini secara langsung mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk distribusi logistik dan hasil pertanian.

“Kami mendengar langsung keluhan masyarakat. Pemulihan lahan pertanian dan akses jalan menjadi prioritas agar warga bisa segera bangkit dan beraktivitas kembali,” ujar Mahyeldi, menekankan bahwa penanganan infrastruktur jalan harus disegerakan.

Gubernur juga menegaskan pentingnya percepatan penanganan lahan pertanian warga yang rusak, mengingat sektor tersebut merupakan sumber utama penghidupan mayoritas masyarakat setempat. Kerusakan pada ratusan hektare sawah dan kebun mengancam perekonomian keluarga.

Kebutuhan Alat Berat Mendesak
Walinagari Koto Tinggi, Hendri, melaporkan bahwa bencana longsor dan banjir bandang telah menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk merusak 47 unit rumah warga dan merendam ratusan hektare lahan pertanian di nagarinya.

Hendri menjelaskan bahwa material sedimen yang menimbun lahan pertanian sangat tetebal dan sulit jika dikerjakan secara manual oleh warga. Oleh karena itu, ia menyampaikan kebutuhan mendesak akan dukungan alat berat dari pemerintah provinsi.

“Sedimennya tebal, sulit jika dikerjakan secara manual. Kita butuh bantuan alat berat untuk menata kembali lahan pertanian masyarakat agar cepat pulih,” ungkap Walinagari Hendri.

Selain permintaan alat berat, dukungan bantuan bibit siap tanam juga diharapkan dapat segera dipikirkan untuk petani terdampak. Hal ini bertujuan agar persoalan lahan dan ekonomi masyarakat dapat pulih dalam waktu yang lebih singkat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi turut menyerahkan bantuan logistik berupa beras, makanan siap saji, selimut, kasur, serta kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak bencana sebagai dukungan awal.

Gubernur didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi proses pemulihan masyarakat Limapuluh Kota secara intensif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM