Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 9 Mar 2026 21:15 WIB ·

Mahyeldi: Al-Qur’an Adalah Jantung Falsafah Hidup Masyarakat Sumbar


					Mahyeldi: Al-Qur’an Adalah Jantung Falsafah Hidup Masyarakat Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan kompas dalam kehidupan sosial. Hal ini ditekankannya dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabau, Minggu (8/3/2026). Mahyeldi menyebut bahwa nilai-nilai langit tersebut merupakan fondasi utama yang menjaga marwah masyarakat Minangkabau hingga saat ini.

Bagi masyarakat Sumatera Barat, Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat sakral dalam struktur sosial. Hal ini tercermin jelas dalam falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Falsafah ini menegaskan bahwa adat dan agama adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, di mana Kitabullah menjadi rujukan tertinggi dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Mengetuk Pintu Langit di Sepuluh Malam Terakhir
Momen Nuzulul Qur’an tahun ini dianggap sebagai garis start bagi umat Muslim untuk memperkencang ibadah, terutama menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan. Mahyeldi mendorong masyarakat dan ASN di lingkungan Pemprov Sumbar untuk meramaikan masjid dengan agenda i’tikaf.

“Mari kita perbanyak ibadah dan i’tikaf. Ini adalah waktu istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga momentum ini menjadi saat bagi kita semua untuk mengetuk pintu langit, memohon pertolongan dan keberkahan bagi negeri yang kita cintai ini,” ujar Mahyeldi di hadapan jemaah salat Tarawih.

Membumikan Nilai Quran dalam Birokrasi dan Sosial
Lebih dari sekadar peringatan rutin, Nuzulul Qur’an di Sumbar ditekankan sebagai pengingat akan pentingnya integritas. Dengan membumikan nilai Al-Qur’an, diharapkan tercipta tatanan masyarakat yang lebih harmonis dan birokrasi yang lebih jujur. Kehadiran ASN dalam peringatan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjalankan roda kepemimpinan yang berlandaskan moralitas agama.

Sejarah mencatat bahwa kekuatan Sumatera Barat terletak pada kecintaan masyarakatnya terhadap masjid dan Al-Qur’an. Dengan kembali ke akar nilai tersebut, Gubernur optimistis Sumatera Barat akan terus maju dengan keberkahan yang terjaga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di KABAR PEMDA