Program UNNES GIAT 13 Tingkatkan Keamanan Kolam Renang Baklibay Sukoharjo
Sukoharjo, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata desa. Dalam rangka mendukung profesionalitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui program UNNES GIAT 13 melaksanakan kegiatan penguatan kompetensi BUMDes melalui penambahan fasilitas keamanan di Kolam Renang Baklibay, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Program ini diinisiasi, setelah Tim UNNES GIAT 13 Desa Bakalan melakukan observasi lapangan pada 5 November 2025. Hasil observasi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan sarana penunjang keselamatan pengunjung. Fasilitas keamanan di area kolam, seperti kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan alat bantu penyelamatan, dinilai masih belum memadai.
Penambahan Kotak P3K dan Galah Penyelamat
Berdasarkan temuan tersebut, Tim UNNES GIAT 13 dengan cepat merumuskan program kerja untuk mengatasi kesenjangan keselamatan ini. Implementasi program dilakukan dengan memasang kotak P3K yang lengkap di area kolam renang serta membuat tongkat galah penyelamatan yang dapat digunakan segera saat terjadi kondisi darurat di air. Penambahan fasilitas ini bertujuan ganda: meningkatkan keamanan pengunjung dan mendukung profesionalitas tata kelola BUMDes.
Pengelola Kolam Renang Baklibay dilibatkan secara langsung dalam proses pelaksanaan. Keterlibatan ini memastikan mereka memahami fungsi, tata cara penggunaan, dan perawatan fasilitas keamanan baru tersebut. Dengan demikian, kebermanfaatan alat-alat baru ini dapat optimal dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kompetensi pengelola BUMDes dalam memberikan layanan yang prima.
Dampak Positif dan Rekomendasi Lanjutan
Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa penambahan fasilitas keamanan memberikan dampak positif yang signifikan. Pengunjung kolam renang merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas karena adanya alat-alat keselamatan yang mudah dijangkau. Meskipun sukses dalam penambahan sarana, evaluasi merekomendasikan perlunya tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan dan kesiapsiagaan pengelola. Rekomendasi tersebut mencakup pelatihan pertolongan pertama dan keselamatan air secara berkala bagi pengurus BUMDes. Selain itu, pengecekan rutin terhadap fasilitas yang tersedia juga ditekankan agar semua alat tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan saja.
Diharapkan, program pengabdian masyarakat ini mampu mendorong peningkatan mutu layanan wisata di Desa Bakalan. Peningkatan keamanan ini akan memperkuat tata kelola BUMDes menuju pengelolaan yang lebih profesional, aman, dan berkelanjutan, menjadikan Kolam Renang Baklibay sebagai destinasi yang dipercaya oleh masyarakat. Kontribusi UNNES melalui UNNES GIAT 13 ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan BUMDes dalam mewujudkan desa wisata yang berkualitas. Bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.