Banyumas, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Digitalisasi bukan lagi sekadar wacana bagi warga Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja. Melalui program “Mitra Desa 2025”, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) turun tangan langsung mendampingi pelaku usaha kecil untuk “naik kelas”. Fokus utamanya adalah membawa produk lokal seperti Ecoprint, Contong Jahe, dan jasa katering masuk ke ekosistem Shopee dan Tokopedia demi mendongkrak omzet.
Ketua Pelaksana, Sendi Prayoga, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung sejak 11 Februari hingga 1 Maret 2025 ini bertujuan memperluas jangkauan pasar UMKM melalui branding dan inovasi produk. Tak hanya menyasar sektor ekonomi, para mahasiswa sukarelawan ini juga menyentuh aspek sosial melalui pembinaan di Taman Kanak-Kanak serta Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPQ) setempat.
Mendobrak Sekat Pasar Tradisional
Bagi pelaku usaha kecil seperti Dali, pemilik UMKM Contong Jahe, kehadiran mahasiswa memberikan dampak instan pada akses pemasaran. Sebelumnya, jangkauan pasar produknya tergolong sempit dan terbatas secara konvensional. Pendampingan dalam pembuatan akun media sosial dan pendaftaran di berbagai marketplace menjadi kunci pembuka peluang baru yang selama ini sulit dijangkau secara mandiri.
Senada dengan Dali, Sigit selaku pemilik Azalian Cake and Cookies (Catering) mengakui bahwa usahanya kini mulai dikenal lebih luas oleh masyarakat. Pendampingan intensif ini membuktikan bahwa sentuhan teknologi dan strategi pemasaran digital dapat menghidupkan kembali denyut ekonomi di tingkat desa.
Visi Pengabdian Berkelanjutan
Wakil Dekan III FEB UMP, Bima Cinintya Pratama, menegaskan bahwa program tahunan ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, program Mitra Desa diharapkan dapat berkembang lebih besar dengan dukungan pendanaan dari program PPK Ormawa Kementerian Pendidikan.
Sinergi antara akademisi dan desa ini menjadi model efektif dalam mencari serta mengasah potensi lokal. Dengan bantuan mahasiswa sebagai jembatan teknologi, UMKM desa tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi mulai aktif berkompetisi di pasar nasional melalui jalur digital.

Nanang Anna Noor, Jurnalis berpengalaman di media cetak,online dan televisi. Nanang Anna Noor juga seorang aktor film dan penyair Indonesia.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.