Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 23 Feb 2026 18:17 WIB ·

Lumpur Benenai Terjang Lamudur: Warga Malaka Butuh Tanggul Darurat


					Kondisi rumah warga di dusun Laenbelidin B desa Lamudur yang terendam Banjir, (Foto Kepala Desa Lamudur) Perbesar

Kondisi rumah warga di dusun Laenbelidin B desa Lamudur yang terendam Banjir, (Foto Kepala Desa Lamudur)

Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Rutinitas tahunan yang mencekam kembali menghantui warga Dusun Laenbelidin B, Desa Lamudur, Kabupaten Malaka. Setelah diguyur hujan tanpa henti selama tiga hari, Sungai Benenai akhirnya luput dari daya tampungnya pada Minggu malam (22/2/2026). Air bercampur lumpur pekat menerjang permukiman, memaksa warga bergelut dengan sisa material kayu dan genangan yang merusak perabotan rumah tangga mereka.

Kondisi ini seolah menjadi “kado pahit” di setiap puncak musim hujan. Geografis desa yang berada di dataran rendah membuat warga di bantaran sungai selalu menjadi sasaran empuk banjir kiriman. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil dan gangguan aktivitas ekonomi warga menjadi beban berat yang terus berulang tanpa solusi permanen.

Tanggul: Harga Mati untuk Keselamatan Warga
Kepala Desa Lamudur, Antonius Bau, yang meninjau lokasi pada Senin pagi, menegaskan bahwa bantuan logistik saja tidak cukup. Ia menyoroti urgensi infrastruktur fisik yang selama ini hanya menjadi usulan di atas kertas. Pembangunan tanggul penahan dan normalisasi alur sungai adalah kebutuhan mendesak untuk memutus rantai bencana tahunan ini.

“Hujan tiga hari saja sudah cukup untuk menaikkan debit air secara drastis. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera membangun tanggul. Ini demi melindungi nyawa dan harta benda warga agar tidak terus-menerus terendam lumpur setiap tahun,” ujar Antonius.

Gotong Royong di Tengah Pasrah
Di tengah genangan lumpur, semangat gotong royong warga tetap menyala. Sejak pagi hari, masyarakat bahu-membahu membersihkan rumah dan fasilitas umum dari sisa material banjir. Namun, di balik semangat itu, terselip rasa pasrah akan masa depan yang tidak pasti jika mitigasi jangka panjang tak kunjung dilakukan.

Pemerintah desa kini tengah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk pendataan kerusakan. Namun, fokus utama tetap pada satu tuntutan: penataan kawasan bantaran sungai. Tanpa adanya tanggul penahan yang kokoh, Desa Lamudur akan tetap menjadi langganan banjir yang hanya bisa menunggu kapan air Benenai kembali meluap.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN