Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Rutinitas tahunan yang mencekam kembali menghantui warga Dusun Laenbelidin B, Desa Lamudur, Kabupaten Malaka. Setelah diguyur hujan tanpa henti selama tiga hari, Sungai Benenai akhirnya luput dari daya tampungnya pada Minggu malam (22/2/2026). Air bercampur lumpur pekat menerjang permukiman, memaksa warga bergelut dengan sisa material kayu dan genangan yang merusak perabotan rumah tangga mereka.
Kondisi ini seolah menjadi “kado pahit” di setiap puncak musim hujan. Geografis desa yang berada di dataran rendah membuat warga di bantaran sungai selalu menjadi sasaran empuk banjir kiriman. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil dan gangguan aktivitas ekonomi warga menjadi beban berat yang terus berulang tanpa solusi permanen.
Tanggul: Harga Mati untuk Keselamatan Warga
Kepala Desa Lamudur, Antonius Bau, yang meninjau lokasi pada Senin pagi, menegaskan bahwa bantuan logistik saja tidak cukup. Ia menyoroti urgensi infrastruktur fisik yang selama ini hanya menjadi usulan di atas kertas. Pembangunan tanggul penahan dan normalisasi alur sungai adalah kebutuhan mendesak untuk memutus rantai bencana tahunan ini.
“Hujan tiga hari saja sudah cukup untuk menaikkan debit air secara drastis. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera membangun tanggul. Ini demi melindungi nyawa dan harta benda warga agar tidak terus-menerus terendam lumpur setiap tahun,” ujar Antonius.
Gotong Royong di Tengah Pasrah
Di tengah genangan lumpur, semangat gotong royong warga tetap menyala. Sejak pagi hari, masyarakat bahu-membahu membersihkan rumah dan fasilitas umum dari sisa material banjir. Namun, di balik semangat itu, terselip rasa pasrah akan masa depan yang tidak pasti jika mitigasi jangka panjang tak kunjung dilakukan.
Pemerintah desa kini tengah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk pendataan kerusakan. Namun, fokus utama tetap pada satu tuntutan: penataan kawasan bantaran sungai. Tanpa adanya tanggul penahan yang kokoh, Desa Lamudur akan tetap menjadi langganan banjir yang hanya bisa menunggu kapan air Benenai kembali meluap.

Desa membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.