Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 21 Mei 2023 18:03 WIB ·

Lumbung Padi Purworejo Ponorogo Jaga Pangan dan Kas Desa


					Lumbung Padi Purworejo Ponorogo Jaga Pangan dan Kas Desa Perbesar

Enam Lumbung Padi, Kearifan Lokal yang Jadi Penjaga Ketahanan Pangan

Ponorogo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Purworejo, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, memiliki warisan budaya sekaligus strategi ketahanan pangan yang patut dicontoh: enam lumbung padi yang telah beroperasi secara konsisten sejak tahun 1970-an. Lumbung-lumbung ini tidak hanya berfungsi sebagai cadangan pangan saat paceklik, tetapi kini juga berperan sebagai kas desa non-tunai untuk memenuhi berbagai kebutuhan acara masyarakat.

Kepala Desa Purworejo, Didik Subagio, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan tradisi ini karena semangat gotong royong yang terkandung di dalamnya.

“Sudah sejak tahun 70-an. Sekarang tinggal meneruskan. Kalau saya memilih mempertahankan. Semangat gotong royongnya ada,” ujar Didik pada Sabtu (30/5/2023).

Fungsi Ganda: Dari Cadangan Pangan ke Aset Warga
Didik menjelaskan, peran lumbung padi ini telah berevolusi seiring perkembangan zaman. Pada masa lalu, terutama sebelum tahun 2000, fungsi utamanya adalah murni untuk cadangan pangan. Keberadaannya sangat vital saat desa dilanda paceklik, di mana warga dapat meminjam gabah untuk diolah menjadi beras, yang kemudian dikembalikan setelah panen.

Namun, dalam kondisi normal saat ini, fungsi lumbung padi meluas. Gabah yang terkumpul kini digunakan untuk berbagai kebutuhan komunal.

“Dulu sekali ada saatnya paceklik, ini sangat bermanfaat. Karena warga bisa meminjam gabah. Tapi kalau sekarang, adalah untuk kebutuhan masyarakat seperti membuat tenda warga, meja kursi untuk acara warga, dan semua aset warga,” ungkap Didik.

Setiap Kepala Keluarga (KK) di Desa Purworejo diwajibkan terlibat aktif dalam program lumbung padi ini. Tradisi ini sudah mengakar kuat, bahkan Didik sendiri sudah terlibat menjaganya sejak ia remaja. Hal ini memperkuat tekadnya melestarikan kearifan lokal ketika ia terpilih sebagai kepala desa.

Mekanisme Gotong Royong Lumbung Padi
Sofian, salah satu warga, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penyetoran gabah yang sudah berlangsung sejak masa kecilnya. Ia mengakui manfaat langsung yang dirasakan masyarakat, baik sebagai sumber bantuan bagi warga kurang mampu maupun sebagai penopang konsumsi dalam acara-acara komunal.

Andre, petugas pencatat lumbung padi, bertugas mengelola sistem penyimpanan dan pendistribusian gabah kepada masyarakat. Sistemnya mengharuskan setiap anggota berandil dalam peminjaman gabah, dengan ketentuan bunga pinjaman harus dikembalikan dalam bentuk gabah juga.

“Setiap anggota wajib andil dalam peminjaman gabah, yang nantinya bunganya yang harus berbentuk gabah bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi acara desa seperti 17-an, dan lain-lain,” jelas Andre.

Gabah hasil bunga pinjaman inilah yang digunakan sebagai Kas Desa untuk membiayai kebutuhan konsumsi acara desa, menjadikannya model pendanaan swadaya yang efektif dan berkelanjutan. Peran lumbung padi di Desa Purworejo yang mampu menjaga ketahanan pangan dan sekaligus menjadi sumber bantuan komunitas merupakan contoh bijak pelestarian kearifan lokal yang dapat ditiru oleh desa-desa lain di Ponorogo maupun seluruh Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 229 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD