Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Sorak-sorai dan tepuk tangan riuh memecah keheningan sore di Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat. Ratusan pasang mata warga berkumpul, menyemangati perwakilan dusun mereka yang mulai berlaga di lapangan net tinggi.
Bukan sekadar mengejar piala atau predikat juara, turnamen bola voli yang resmi bergulir pada Selasa (4/8/2026) ini adalah ruang rindu warga untuk merawat kebersamaan. Sebanyak 22 tim—terdiri dari 11 tim putra dan 11 tim putri—dari berbagai dusun seperti Dusun Fafoe, Dusun Kletek, Dusun Uma Kata, hingga Dusun Weleun siap menumpahkan keringat sehat demi memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Saat membuka acara, Kepala Desa Fafoe, Rofinus Klau, S.E., berdiri di tengah warganya dengan senyum hangat. Ia mengingatkan bahwa esensi terbesar dari perlombaan kampung ini adalah jabat tangan yang erat, baik sebelum maupun sesudah pertandingan.
“Bermainlah dengan sportif, aman, saling menghargai lawan maupun kawan, serta jaga ketertiban dalam setiap pertandingan,” ujar Rofinus menyemangati.
Di pinggir lapangan yang berdebu tipis, atmosfer keakraban begitu kental terasa. Lapangan desa penuh sesak oleh bapak-bapak yang bersorak lepas hingga ibu-ibu yang menggendong anaknya sambil sesekali berteriak histeris saat tim kesayangan mereka mencetak angka.
“Kalah menang itu urusan belakang, ita (kita) semua bersaudara. Yang penting baba (bapak) dan mama dari Fafoe sampai Weleun bisa kumpul ramai-ramai begini. Jarang-jarang bisa baku dapa dan ketawa lepas di lapangan,” ungkap Mama Maria, salah seorang warga yang datang menonton sambil menjajakan jualan keripiknya.
Bagi Pemerintah Desa Fafoe, momentum Agustus ini memang menjadi waktu yang tepat untuk merekatkan kembali sekat-sekat kesibukan harian warga lewat olahraga. Net voli di tengah lapangan menjadi jembatan yang menghubungkan satu dusun dengan dusun lainnya dalam ikatan kekeluargaan.
“Turnamen ini diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-81 Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, saya mengajak seluruh pemain, ofisial, dan masyarakat agar menjaga sportivitas, keamanan, serta ketertiban,” tegas Rofinus.
Ada harapan besar yang terselip di antara riuhnya kompetisi tahunan ini. Selain menjadi hiburan rakyat yang murah dan sehat, warga berharap dari tanah Fafoe akan lahir bibit-bibit atlet voli lokal yang kelak bisa membawa nama harum desa ke panggung kompetisi yang lebih tinggi.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.