Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 4 Apr 2025 17:16 WIB ·

Lebaran di Blora Diwarnai Protes Unik: Warga Tiga Desa Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak


					<em>Warga dari tiga desa di Kecamatan Jiken, Blora, melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di jalan rusak yang menghubungkan desa mereka, Rabu (2/4/2025). Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki. (Image courtesy: Jawa Pos Radar Bojonegoro)</em> Perbesar

Warga dari tiga desa di Kecamatan Jiken, Blora, melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di jalan rusak yang menghubungkan desa mereka, Rabu (2/4/2025). Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki. (Image courtesy: Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Blora, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Momen Hari Raya Idulfitri yang lazimnya diisi dengan kegiatan silaturahmi dan saling bermaafan, justru diwarnai aksi protes kreatif oleh warga dari tiga desa di Kabupaten Blora. Pada Rabu (2/4/2025), puluhan warga Desa Nglebur, Janjang, dan Bleboh di Kecamatan Jiken menggelar aksi demonstrasi dengan cara yang tidak biasa: menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah.

Aksi ini merupakan ungkapan kekecewaan mendalam warga terhadap pemerintah daerah yang dinilai lamban dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas sehari-hari mereka. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang menghubungkan ketiga desa tersebut mengalami kerusakan yang signifikan, menyulitkan aksesibilitas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Ratusan pohon pisang berbagai ukuran ditanam di sepanjang badan jalan yang berlubang dan berlumpur. Aksi ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan lainnya. Selain menanam pohon pisang, warga juga membentangkan spanduk yang bertuliskan sindiran pedas, “Masyarakat Mendukung Program Pemerintah Indonesia untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan.” Spanduk ini secara implisit menyampaikan bahwa kerusakan infrastruktur jalan justru menjadi penghalang utama dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Ngatmin, seorang warga Desa Janjang yang turut serta dalam aksi protes, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap janji-janji perbaikan jalan yang tak kunjung direalisasikan. “Kami sudah muak dengan janji-janji manis dari pemerintah, terutama Bapak Bupati Blora. Aksi menanam pohon pisang ini adalah bentuk kekecewaan kami karena tidak ada tindakan nyata untuk memperbaiki jalan kami,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group).

Menanggapi aksi protes warganya, Camat Jiken, Joko Lelono, memberikan tanggapannya. Ia menyatakan bahwa perbaikan ruas jalan dari wilayah Cabak hingga Bleboh sebenarnya telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025 dengan alokasi dana sebesar Rp 6 miliar. Joko Lelono mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bersabar dan memahami bahwa proses pembangunan infrastruktur memerlukan tahapan dan mekanisme yang harus dilalui sesuai dengan aturan yang berlaku.

Meskipun demikian, aksi protes unik yang dilakukan warga tiga desa ini menjadi sorotan dan diharapkan dapat menjadi perhatian lebih bagi pemerintah daerah untuk segera merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan yang krusial bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. Kondisi infrastruktur yang memadai merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan peningkatan kualitas hidup warga di tingkat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Lebaran di Blora Diwarnai Protes Unik: Warga Tiga Desa Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM