Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 15 Mei 2024 19:20 WIB ·

Lawan Korupsi Iklim, Petani Rumput Laut Bulukumba Kepung Limbah


					Lawan Korupsi Iklim, Petani Rumput Laut Bulukumba Kepung Limbah Perbesar

Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Nasib budidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba kini berada di ujung tanduk akibat anomali cuaca yang kian ekstrem. Menanggapi ancaman serius ini, Lembaga Sahabat Konservasi Lingkungan (SAUKANG) menginisiasi “Diskusi Kampung” guna menghimpun kekuatan para petani pesisir DAS Balantieng dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Kegiatan yang berlangsung di Lingkungan Babana, Kelurahan Dannuang, Selasa (14/5/2024), ini mempertemukan petani dari tiga wilayah: Desa Garanta, Manjalling, dan Kelurahan Dannuang. Pertemuan ini mengungkap fakta pahit bahwa makroalga benthik yang menjadi tumpuan ekonomi warga sangat bergantung pada stabilitas suhu dan cahaya matahari—dua hal yang kini dirusak oleh aktivitas manusia sejak era industri.

Solusi Radikal dari Akar Rumput

Diskusi yang dibagi menjadi tiga sesi ini tidak hanya meratapi kerugian. Para petani justru melahirkan kesepakatan radikal sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi iklim:

  • Proteksi Pesisir: Mempercepat penanaman mangrove sebagai benteng alami dari abrasi dan ketidakseimbangan ekosistem.
  • Sanksi Sosial & Lingkungan: Larangan keras pembuangan sampah plastik di aliran sungai serta penghentian penebangan pohon di hulu.
  • Kecam Limbah Industri: Petani secara kompak mengecam operasional industri karet yang kedapatan membuang limbah ke aliran sungai, yang secara langsung meracuni habitat rumput laut.
  • Modernisasi Ramah Lingkungan: Mendorong penggunaan sarana budidaya yang berkelanjutan dan menuntut kebijakan pemerintah untuk perbaikan infrastruktur pesisir yang tangguh iklim.

Komitmen Bersama untuk Keberlanjutan

Koordinator SAUKANG, Guntur, menekankan bahwa momentum ini adalah upaya peningkatan kapasitas petani agar tidak hanya menjadi korban, tetapi juga aktor utama pelestari lingkungan. “Kita harus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga wilayah pesisir agar tetap lestari, demi memastikan keberlanjutan ekonomi anak cucu kita,” tegasnya dalam sesi penutup.

Hadirnya penyuluh perikanan dan kelautan dalam diskusi ini juga memperkuat sinergi antara pengetahuan teknis dan kearifan lokal. Dengan aksi nyata seperti kerja bakti rutin di pantai dan pengawasan ketat terhadap polusi industri, petani rumput laut di “Butta Toa” ini optimis dapat menjaga stabilitas produksi meski di tengah gempuran perubahan iklim global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jihad Data Kemiskinan: Akhiri Bansos Salah Sasaran di Bekasi

5 Maret 2026 - 08:38 WIB

Pantun Jenaka GOW Pangkalpinang Warnai Bakti Sosial Ramadan

4 Maret 2026 - 14:42 WIB

Evi Yandri: Jangan Biarkan Masjid Megah Tapi Sepi Jemaah

4 Maret 2026 - 10:13 WIB

Zakat Produktif Pangkalpinang: Ubah Mustahik Jadi Muzaki Mandiri

4 Maret 2026 - 04:49 WIB

Sisi Humanis Wagub Vasko: Bantuan Tak Ganti Rasa Kehilangan

3 Maret 2026 - 23:57 WIB

Strategi Baznas Bantaeng Ubah Zakat Jadi Mesin Kesejahteraan

19 Februari 2026 - 09:09 WIB

Trending di SOSBUD