Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 15 Mei 2024 19:20 WIB ·

Lawan Korupsi Iklim, Petani Rumput Laut Bulukumba Kepung Limbah


					Lawan Korupsi Iklim, Petani Rumput Laut Bulukumba Kepung Limbah Perbesar

Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Nasib budidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba kini berada di ujung tanduk akibat anomali cuaca yang kian ekstrem. Menanggapi ancaman serius ini, Lembaga Sahabat Konservasi Lingkungan (SAUKANG) menginisiasi “Diskusi Kampung” guna menghimpun kekuatan para petani pesisir DAS Balantieng dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Kegiatan yang berlangsung di Lingkungan Babana, Kelurahan Dannuang, Selasa (14/5/2024), ini mempertemukan petani dari tiga wilayah: Desa Garanta, Manjalling, dan Kelurahan Dannuang. Pertemuan ini mengungkap fakta pahit bahwa makroalga benthik yang menjadi tumpuan ekonomi warga sangat bergantung pada stabilitas suhu dan cahaya matahari—dua hal yang kini dirusak oleh aktivitas manusia sejak era industri.

Solusi Radikal dari Akar Rumput

Diskusi yang dibagi menjadi tiga sesi ini tidak hanya meratapi kerugian. Para petani justru melahirkan kesepakatan radikal sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi iklim:

  • Proteksi Pesisir: Mempercepat penanaman mangrove sebagai benteng alami dari abrasi dan ketidakseimbangan ekosistem.
  • Sanksi Sosial & Lingkungan: Larangan keras pembuangan sampah plastik di aliran sungai serta penghentian penebangan pohon di hulu.
  • Kecam Limbah Industri: Petani secara kompak mengecam operasional industri karet yang kedapatan membuang limbah ke aliran sungai, yang secara langsung meracuni habitat rumput laut.
  • Modernisasi Ramah Lingkungan: Mendorong penggunaan sarana budidaya yang berkelanjutan dan menuntut kebijakan pemerintah untuk perbaikan infrastruktur pesisir yang tangguh iklim.

Komitmen Bersama untuk Keberlanjutan

Koordinator SAUKANG, Guntur, menekankan bahwa momentum ini adalah upaya peningkatan kapasitas petani agar tidak hanya menjadi korban, tetapi juga aktor utama pelestari lingkungan. “Kita harus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga wilayah pesisir agar tetap lestari, demi memastikan keberlanjutan ekonomi anak cucu kita,” tegasnya dalam sesi penutup.

Hadirnya penyuluh perikanan dan kelautan dalam diskusi ini juga memperkuat sinergi antara pengetahuan teknis dan kearifan lokal. Dengan aksi nyata seperti kerja bakti rutin di pantai dan pengawasan ketat terhadap polusi industri, petani rumput laut di “Butta Toa” ini optimis dapat menjaga stabilitas produksi meski di tengah gempuran perubahan iklim global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 126 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD