Tuntang, Semarang [DESA MERDEKA] – Desa bukan lagi sekadar halaman belakang yang sunyi. Di tangan penggiat pemberdayaan masyarakat seperti Budi Prasetyawan, Desa Delik di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, sukses bersalin rupa menjadi magnet investasi. Meski lokasinya tidak bersinggungan langsung dengan jalan raya utama, keasrian alam dan letaknya yang strategis berhasil memikat PT Permata Mulia Property untuk membangun pemukiman siap huni di wilayah tersebut.
Langkah ini membuktikan bahwa potensi desa yang dikelola dengan baik mampu menciptakan nilai ekonomi baru. Kedekatan akses menjadi kunci utama; lokasi ini hanya terpaut kurang dari 10 menit dari gerbang Tol Bawen, Puskesmas Tuntang, hingga SMAN 1 Tuntang. Bahkan, pembangunan Rest Area 444B yang mencapai 90 persen menjadi stimulus besar bagi pertumbuhan kawasan ini ke depan.

Ikon Durian dan Nuansa Alam Sebagai Daya Tarik
Daya tarik proyek perumahan di Dusun Dampit ini tidak hanya mengandalkan beton dan aspal. Desa Delik memiliki “senjata rahasia” berupa ikon durian lokal terbesar kedua di Kabupaten Semarang. Keasrian alam dan citra agrowisata inilah yang dijual kepada calon penghuni yang merindukan hunian tenang namun tetap memiliki aksesibilitas perkotaan yang mumpuni.
Direktur PT Permata Mulia Property, Supriyono, S.E., melihat peluang ini sebagai investasi jangka panjang. Sinergi antara pengembang dan warga pemilik lahan menciptakan ekosistem properti yang sehat, di mana lahan warga kini memiliki nilai tawar yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Embrio Pertumbuhan Ekonomi Baru di Tuntang
Hadirnya pemukiman baru di Desa Delik diprediksi akan memicu efek domino bagi perekonomian lokal. Seiring bertambahnya penghuni, kebutuhan akan sektor kuliner, market shop, hingga jasa lainnya akan meningkat secara organik. Ini merupakan cara cerdas untuk memutar roda ekonomi desa tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Transformasi Desa Delik memberikan pelajaran penting: setiap desa harus berani mengungkap potensi tersembunyinya. Melalui promosi yang tepat dan penyediaan prasarana yang mencukupi, desa tidak perlu lagi mengejar investor; investorlah yang akan datang menjunjung “langit” di bumi tempat mereka berpijak.
Informasi pendukung: Lokasi Desa Delik, Dusun Dampit, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dekat dengan rest area 444B yang saat ini pengerjaannya 90% (direncanakan dibuka awal Maret 2025), SMAN 1 Tuntang, Stasiun Tuntang (bagian dari paket Railway Museum KAI Ambarawa), jalan nasional Semarang-Solo, Puskesmas Tuntang, kantor kecamatan Tuntang, dan pintu tol Bawen yang semuanya tidak lebih dari 10 menit. Pengembang proyek ini adalah Supriyono, S.E., Direktur PT Permata Mulia Property.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.