Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Strategi cerdas memanfaatkan “lahan tidur” di bawah tegakan kayu jati kini menjadi angin segar bagi warga di sekitar hutan Malang. Perhutani KPH Malang resmi membuka ruang bagi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk mengelola lahan di bawah tegakan jati guna mendukung kedaulatan pangan nasional sekaligus mendongkrak ekonomi warga desa.
Melalui Perjanjian Kerjasama (PKS) Agroforestry, masyarakat pesanggem diberikan kelonggaran untuk menanam komoditas pertanian di sela-sela tanaman pokok jati. Inisiatif ini bukan sekadar memberi izin garap, melainkan sebuah pola kemitraan strategis agar hutan tetap terjaga sementara isi piring warga tetap terisi.

Eksploitasi Cerdas di Bawah Tegakan Jati
Administratur KPH Malang yang diwakili oleh Dedy Cahyadi menegaskan bahwa ruang pemanfaatan ini diberikan secara teknis agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman pokok kayu jati. Pola tanam diatur sedemikian rupa sehingga kedua jenis tanaman—baik jati maupun tanaman komoditas pertanian—dapat tumbuh maksimal secara berdampingan.
“Tujuannya jelas, meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa sekitar hutan serta mendukung swasembada pangan dalam lima tahun ke depan,” papar Asper BKPH Sumbermanjing, Amir Hamzah, dalam sosialisasi di RPH Sumber Kembang. Sinergi ini memastikan bahwa lahan perhutani tidak lagi hanya menjadi hamparan kayu, melainkan menjadi lahan produktif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat lokal.

Ujung Tombak Kesejahteraan Pesanggem
Penerimaan positif datang dari tokoh masyarakat dan perangkat Desa Tambakasri. H. Mahrus Ali menyatakan bahwa kerjasama ini adalah solusi nyata bagi kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan yang selama ini memiliki keterbatasan lahan garapan. Dengan adanya akses legal melalui LMDH, warga kini bisa mengelola lahan tanpa rasa was-was.
Langkah kolaboratif yang dihadiri oleh jajaran KPH Malang dan Ketua LMDH Sukoco ini diharapkan menjadi model keberlanjutan. Hutan yang lestari bukan lagi tentang menjaga pohon saja, melainkan tentang bagaimana manusia di sekitarnya bisa hidup sejahtera melalui pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana dan teratur.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.