Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 5 Feb 2026 11:41 WIB ·

Kwarran Gerunggang Tolak Mati Suri, Rozi Terpilih Aklamasi


					Kwarran Gerunggang Tolak Mati Suri, Rozi Terpilih Aklamasi Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Gerunggang menegaskan posisinya sebagai organisasi mandiri yang enggan “mati suri”. Melalui Musyawarah Kwartir Ranting (Musran) periode 2025–2028 yang digelar di Kantor Camat Gerunggang, Selasa (4/2/2026), Kak Rozi kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi kepanduan ini hingga tiga tahun ke depan.

Terpilihnya kembali Kak Rozi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Gerunggang, membawa pesan kuat tentang stabilitas dan keberlanjutan program. Forum tertinggi tingkat kecamatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri atas Kamabigus, Pembina, hingga Asisten Pembina se-Kecamatan Gerunggang.

Kemandirian Finansial Jadi Kunci
Satu hal yang menonjol dalam Musran kali ini adalah aspek kemandirian. Ketua Pelaksana, Kak Mariati, mengungkapkan bahwa seluruh anggaran pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari kas mandiri Kwarran Gerunggang. Langkah ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka di tingkat akar rumput mampu bergerak lincah tanpa harus selalu bergantung pada bantuan vertikal.

Semangat independensi ini selaras dengan pesan Wakil Ketua Kerjasama Andalan Cabang Pangkalpinang, Kak Albani. Ia menekankan bahwa urat nadi pramuka justru ada di tingkat kecamatan. “Kegiatan kepramukaan jangan hanya terfokus di Kwartir Cabang. Tingkat kecamatan harus hidup dan berjalan dengan baik. Jangan sampai ada kondisi mati suri,” pesan Kak Albani.

Dinamika Sehat dalam Bingkai Silaturahmi
Dalam kepemimpinannya yang baru, Kak Rozi mengajak seluruh elemen pramuka di Gerunggang untuk tidak alergi terhadap perbedaan pendapat. Baginya, perdebatan dalam menyusun program kerja adalah tanda organisasi yang sehat dan memiliki prinsip.

“Siap sedia siaga. Jika terjadi perbedaan pendapat, itu adalah bumbu untuk menciptakan program yang lebih baik. Namun, semua wajib dijaga dalam bingkai silaturahmi,” tegas Kak Rozi.

Dengan selesainya Musran ini, Kwarran Gerunggang kini fokus pada penguatan struktur dan eksekusi program kerja 2025–2028. Fokus utamanya adalah menjadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter yang relevan bagi generasi muda di Kecamatan Gerunggang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD