Kuningan [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengambil langkah proaktif dalam memajukan seni dan budaya daerah. Mereka mendorong lahirnya kebijakan konkret yang memanfaatkan ruang publik di tingkat desa sebagai wadah pengembangan kreativitas.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan bahwa seni dan budaya memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter masyarakat serta merefleksikan identitas unik suatu daerah. “Oleh karena itu, kebijakan publik yang mendukung penguatan seni budaya sangat diperlukan,” katanya di Kuningan, Minggu. Kebijakan ini bertujuan agar para pelaku kreatif memiliki ruang yang lebih luas dan berkelanjutan untuk berkembang.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah telah menggelar diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang melibatkan sejumlah seniman, terutama dari Yayasan Teater Sado. Tema diskusi tersebut adalah kebijakan publik dalam pengembangan seni budaya. “Kemarin sudah ada FGD. Kami berharap hasil diskusi ini menjadi rekomendasi konkret bagi pelaku seni budaya di Kabupaten Kuningan,” ujar Dian Rachmat Yanuar. Ia menambahkan, pengembangan seni budaya diharapkan berdampak positif pada sektor lain, termasuk perekonomian daerah.
Saat ini, pemerintah daerah tengah memprioritaskan program penguatan budaya melalui penataan ruang publik desa yang terintegrasi. Salah satu program unggulan adalah Nata Daya, yaitu penataan alun-alun desa menjadi pusat aktivitas budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. “Target kami, sekitar 30 desa akan ditata menjadi kawasan wisata dan budaya,” ungkapnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.
Selain itu, pemerintah daerah berencana mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki untuk komunitas seni budaya. Tujuannya adalah memberikan akses yang lebih luas bagi mereka terhadap ruang-ruang ekspresi. Bupati berharap pemanfaatan ruang publik ini akan mendorong kolaborasi antar berbagai sektor dalam menghidupkan kegiatan seni, memperkuat warisan budaya, serta menarik partisipasi aktif generasi muda. “Ini adalah komitmen bersama antara pemerintah, pelaku budaya, dan institusi pendidikan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem seni di daerah,” tegasnya.
Ketua Yayasan Teater Sado, Edi Supardi, menyambut baik program ini. Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya kolektif dalam merumuskan arah kebijakan seni budaya di Kabupaten Kuningan. “Semoga momentum ini melahirkan gagasan konstruktif untuk pelestarian tradisi dan kemajuan seni budaya daerah,” harapnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.