Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 5 Mei 2025 04:12 WIB ·

Kuningan Genjot Seni Budaya, Ruang Publik Desa Jadi Fokus!


					<em>Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat berada di Pendopo Kuningan, Jawa Barat, Minggu (4/5/2025). HO-Pemkab Kuningan</em> Perbesar

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat berada di Pendopo Kuningan, Jawa Barat, Minggu (4/5/2025). HO-Pemkab Kuningan

Kuningan [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengambil langkah proaktif dalam memajukan seni dan budaya daerah. Mereka mendorong lahirnya kebijakan konkret yang memanfaatkan ruang publik di tingkat desa sebagai wadah pengembangan kreativitas.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan bahwa seni dan budaya memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter masyarakat serta merefleksikan identitas unik suatu daerah. “Oleh karena itu, kebijakan publik yang mendukung penguatan seni budaya sangat diperlukan,” katanya di Kuningan, Minggu. Kebijakan ini bertujuan agar para pelaku kreatif memiliki ruang yang lebih luas dan berkelanjutan untuk berkembang.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah telah menggelar diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang melibatkan sejumlah seniman, terutama dari Yayasan Teater Sado. Tema diskusi tersebut adalah kebijakan publik dalam pengembangan seni budaya. “Kemarin sudah ada FGD. Kami berharap hasil diskusi ini menjadi rekomendasi konkret bagi pelaku seni budaya di Kabupaten Kuningan,” ujar Dian Rachmat Yanuar. Ia menambahkan, pengembangan seni budaya diharapkan berdampak positif pada sektor lain, termasuk perekonomian daerah.

Saat ini, pemerintah daerah tengah memprioritaskan program penguatan budaya melalui penataan ruang publik desa yang terintegrasi. Salah satu program unggulan adalah Nata Daya, yaitu penataan alun-alun desa menjadi pusat aktivitas budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. “Target kami, sekitar 30 desa akan ditata menjadi kawasan wisata dan budaya,” ungkapnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.

Selain itu, pemerintah daerah berencana mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki untuk komunitas seni budaya. Tujuannya adalah memberikan akses yang lebih luas bagi mereka terhadap ruang-ruang ekspresi. Bupati berharap pemanfaatan ruang publik ini akan mendorong kolaborasi antar berbagai sektor dalam menghidupkan kegiatan seni, memperkuat warisan budaya, serta menarik partisipasi aktif generasi muda. “Ini adalah komitmen bersama antara pemerintah, pelaku budaya, dan institusi pendidikan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem seni di daerah,” tegasnya.

Ketua Yayasan Teater Sado, Edi Supardi, menyambut baik program ini. Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya kolektif dalam merumuskan arah kebijakan seni budaya di Kabupaten Kuningan. “Semoga momentum ini melahirkan gagasan konstruktif untuk pelestarian tradisi dan kemajuan seni budaya daerah,” harapnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD