Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 4 Okt 2025 10:10 WIB ·

KPJN Desak Wali Kota Kendari Copot Direktur PDAM


					KPJN Desak Wali Kota Kendari Copot Direktur PDAM Perbesar

Sulawesi Tenggara-Kendari [Desa Merdeka] : Konsorsium Pemuda Juang Nusantara (KPJN) Sulawesi Tenggara melancarkan kritik keras terhadap tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Kendari. Mereka menolak keputusan pengangkatan Sukriyaman Suwardi—saudara kandung Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman—sebagai Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari.

Dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (30/9/2025), Koordinator Aksi KPJN, Rude, menegaskan bahwa praktik nepotisme tidak boleh dibiarkan hidup di tubuh pemerintahan daerah. Menurutnya, penempatan keluarga pejabat pada jabatan strategis berpotensi merusak sistem, membuka ruang konflik kepentingan, dan mencederai asas tata kelola pemerintahan yang baik.

“PDAM bukan milik keluarga pejabat, melainkan milik rakyat. Menunjuk saudara kandung Wakil Wali Kota sebagai direktur adalah bentuk nyata nepotisme yang melanggar aturan dan etika pemerintahan,” ujar Rude.

KPJN menilai keputusan tersebut bertentangan dengan regulasi, di antaranya PP No. 54 Tahun 2017 tentang BUMD, Permendagri No. 23 Tahun 2020, serta Perda Kota Kendari No. 1 Tahun 2023 yang secara tegas melarang adanya hubungan keluarga hingga derajat ketiga dalam struktur kepengurusan Perumda.

Selain mengkritik praktik nepotisme, KPJN juga menyoroti manuver politik Sudirman yang gencar melakukan pencitraan di media sosial. Mereka menilai langkah itu sebagai upaya menutupi praktik tidak etis dalam pengangkatan adiknya sebagai Direktur PDAM.

“Itu bukan kerja nyata, melainkan manipulasi publik. Pencitraan di medsos hanya menutupi praktik nepotisme yang jelas merusak meritokrasi,” sambung Rude.

KPJN menekankan bahwa sikap ini bertolak belakang dengan semangat integritas yang kerap digaungkan oleh Wali Kota Kendari. Inkonsistensi tersebut, menurut mereka, menunjukkan adanya standar ganda yang membahayakan masa depan tata kelola pemerintahan di Kota Kendari.

Massa aksi kemudian melanjutkan desakan mereka ke kantor Ombudsman RI Perwakilan Sultra dan DPRD Kota Kendari. Mereka meminta Ombudsman mengusut dugaan maladministrasi dalam seleksi Direktur PDAM serta mendesak DPRD agar tidak diam menghadapi masalah serius ini.

“Kalau nepotisme dibiarkan, rakyat yang akan menanggung akibatnya. PDAM bisa hancur, pelayanan publik terganggu, dan kepercayaan masyarakat runtuh. Karena itu, kami minta Wali Kota Kendari segera mencopot saudara kandung Wakil Wali Kota dari jabatan direktur PDAM, demi menjaga marwah pemerintahan,” tutup Rude.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk

28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Tudingan Sepihak: Kades Nyonyifi Resmi Laporkan Darwis Yusuf Atas Dugaan Penyerobotan Lahan

25 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sinergi Gotong Royong Wali Murid Warnai Kelulusan SDN Bantarjaya 05 Bekasi

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM